BI Eksis Bangun Lampung

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Lampung, Arief Hartawan, Foto bersama aqak media di Lampung

BANDARLAMPUNG—Saat ini tugas bank sentral di Indonesia tidak hanya pada rutinitas atau tugas pokoknya seperti pengelolaan uang rupiah, meningkatkan gerakan sistem pembayaran non tunai, pengawasan valuta asing dan pengembangan cluster saja, tetapi juga diminta untuk ikut membantu mendorong percepatan perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Lampung, Arief Hartawan, saat memberikan sambutan dalam acara peringatan hari ulang tahun Bank Indonesia ke-64, di kantor KPW Bank Indonesia, Jumat (7/7).

“Selain melakukan tugas pokok pengawasan peredaran dan pengelolaan uang rupiah, kami juga diminta untuk ikut berkontribusi dalam membantu pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti sekarang yang dilakukan di Lampung,” ujarnya.

Arif menjelaskan, sebagai bank central, Bank Indonesia berfungsi mengelola perputaran uang rupiah yang harus terus berjalan seperti aliran darah.

“Usia 64 tahun bukan usia yang muda lagi. Dengan usia matang ini, maka BI akan semakin bijak lagi ingin berbuat manfaat kepada masyarakat,” kata dia.

Wakil Ketua TPID Lampung ini juga menjelaskan, Bank Indonesia ingin menjadi contoh di Asia Pasifik, sebagai bank sentral yang mempunyai peranan dalam hal meningkatkan perekonomian negara.

Di Lampung, dalam beberapa tahun belakangan ini, diakuinya telah banyak melakukan kunjungan langsung ke masyarakat. Seperti memberikan bantuan dan bimbingan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pesawaran serta membantu penyaluran Bantuan Nasional Pangan Non tunai (BNPT).

Dalam hal pengendalian laju inflasi, Bank Indonesia juga mempunyai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dibentuk untuk membantu pemerintah daerah guna menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Banyak hal yang ingin kami lakukan untuk memajukan Lampung, namun itu tidak bisa optimal jika tidak ada dukungan dari pihak lain. Oleh karena itu kami meminta ruang atau diberi kesempatan kepada para pemerintah daerah dan stakeholder agar bisa berbuat sesuatu demi kemajuan daerah ini (Lampung),” tambahnya.

Seperti terkendalinya inflasi pada saat jelang hari raya tahun ini, harga kebutuhan pokok masyarakat bisa dikatakan lebih stabil dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan bahwa langkah TPID Lampung dalam upayanya mengendalikan laju harga pangan tepat karena mampu meredam lonjakan harga yang biasanya terjadi setiap tahun.

“Peningkatan harga yang biasanya melonjak naik, bisa terkendali. Ini bukan hanya kerja BI, tetapi kerja para kepala daerah yang turun membantu dalam menjaga pergerakan laju inflasi,” kata dia.

Bank Indonesia di Lampung punya keinginan agar ekonomi daerah bisa mengejar provinsi lain yang sudah lebih dulu maju, khususnya tetangganya saat ini yaitu Sumatera Selatan. Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan OJK dan stakeholder lainnya, Sehingga terus fokus melakukan hal lain yang mudah – mudahan penting untuk masyarakat.

Kedepan, visi yang sudah tetapkan sejak 2014 yaitu pada tahun 2024, Bank Indonesia bisa menjadi lembaga yang terpercaya dan bermanfaat di provinsi manapun.

Provinsi Lampung sesuai dengan perkembangan ekonomi terlihat makin maju dan dan sudah mulai terus meningkatkan konektifitas yang dilihat dari infrastrukturnya yang semakin baik.

“Lampung punya jalan tol, bandara internasional dan banyak lagi kemajuannya. Saya memiliki optimisme kedepannya Lampung bakal berkembang lebih pesat,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono yang hadir diacara HUT BI tersebut mengatakan, sangat bangga karena banyak hal yang sudah dilakukan BI dibawah kepemimpinan Arief Hartawan untuk kepentingan masyarakat.

“BI Lampung dibawah pimpinan Pak Arief Hartawan, telah banyak hal yang dilakukan untuk masyarakat. Juga memiliki peran yang kuat dalam membantu kemajuan perekonomian Lampung, mungkin karena dia orang Lampung, jadi diberikan hatinya untuk membangun Lampung,” ujarnya.

Sutono menjabarkan berbagai masalah perbankan, perekonomian seperti beberapa problem yang dihadapi antara lain di bidang pembangunan investasi, masih tingginya angka kemiskinan, dan pengangguran.

Maka,  Bank Indonesia melakukan inisiasi untuk mendirikan Forum Investasi Lampung (Foila) sebagai wujud komitmen membangun perekonomian Lampung semakin maju, dan melakukan pengendalian inflasi.

“Peran yang difungsikan oleh Bank Indonesia ini diharapkan bisa bermanfaat dan lebih bernilai, hal ini mengingat gelombang perekonomian Lampung yang terus naik, maka Bank Indonesia diminta perannya untuk lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Perlu diketahui, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Lampung, memperingati hari ulang tahunnya yang Ke-64. Ulang tahun BI jatuh tepat pada tanggal 1 Juli 2017, sebagai salah satu rangkaiannya, Bank Indonesia bersilaturahmi dengan pemerintah, perbankan, media dan stakeholder terkait di Kantor Bank Indonesia KPw Provinsi Lampung.(IH)

Posting Terkait