BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Pesisir Lampung

BMKG Lampung. (net)

BANDAR LAMPUNG – BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Panjang, mengimbau masyarakat untuk waspada, karena untuk tiga hari ke depan, akan terjadi cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Stasiun Maritim Panjang, Sugiyono, menjelaskan hasil pantauan sebagai dasar pertimbangan prakiraan cuaca adalah terdapatnya pusat tekanan rendah yang terbentuk di Samudera Hindia Barat Laut Lampung (990hPa/TC Irving), dan Samudra Hindia Selatan Jawa Barat (1010hPa), Perairan Barat Darwin (1006hPa).

Angin gradien di wilayah Indonesia, lanjut dia, umumnya didominasi dari arah Timur Selatan dan wilayah Indonesia bagian Selatan, umumnya dari arah Barat Laut, dengan suhu muka laut antara 26-32 derajat Celcius dengan anomali suhu muka laut berkisar antara -1,0 derajat hingga 1,5 derajat celcius.

Baca Juga:  BMKG Lampung Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Perubahan Cuaca

“Angin permukaan 10 M di wilayah Indonesia sebelah utara equator, secara umum arahnya dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar 4 sampai 28 km/jam. Sedangkan di Selatan equator umumnya dari Barat hingga Utara dengan kecepatan berkisar 4 sampai 37 km/jam,” urai Sugiono, Kamis (11/1/2018).

“Kecepatan angin tertinggi terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  BPBD Lambar Waspadai Cuaca Ekstrem

Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi. Perairan Bengkulu hingga Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah.

Prospek gelombang adalah adalah 0,5 sampai 1,25 meter (Slight Sea), Perairan Timur Lampung 1,25 sampai 2,50 meter (Moderate Sea), Perairan Barat Bengkulu hingga Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan 2,50 hingga 4,0 m (Very Rough Sea).

Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Laut Cina Selatan, Samudra Hindia Barat Lampung hingga Selatan Banten dan Jawa Barat.

Baca Juga:  BMKG: Angin Kencang Hambat Kapal Roro Sandar di Bakauheni

“Adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut juga dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang,” ucapnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan berlangsung hingga 3 hari ke depan. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Pesisir Lampung, nelayan, dan para pelaku transportasi laut untuk lebih hati-hati dan waspada, karena memang, saat ini, sudah masuk musim hujan dan monsun baratan yang cenderung kencang dan berdampak cuaca ekstrem. (*/ZN)

BMKG Lampung Cuaca Ekstrem

Posting Terkait