BNN-PWI Komitmen Perangi Narkoba

Ilustrasi (Ist)

KOTAAGUNG– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanggamus menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/8), dihadiri seluruh anggota PWI Tanggamus, Kepala BNN Tanggamus Kolbidi diwakili Kasi Pencagahan dan Pemberdayaan Iswandi.

Dalam pemaparannya, Iswandi mengatakan, bahaya narkoba saat ini memang sudah tidak bisa dianggap main main lagi. Pasalnya, pangsa pasar sudah merambah kesemua kalangan, tidak pandang usia, status sosial dan lainnya.

Dengan berbagai macam cara, salah satu contoh yanh harus di perhatikan adalah peredaran narkoba melalui media permen, pulpen dan alat praga sekolah lainnya seperti yang belakangan ini marak terjadi dikota kota besar.

Maka dari itu, penindakan terhadap narkoba menjadi fokus utama bersama. Bukan hanya menjadi tumpuan tugas dari BNN Kabupaten Tanggamus semata. Namun semua aspek turut pula membantu pemberantasan narkoba segala jenisnya. Jika menemukan sesuatu atau mengetahui akan ada kegiatan penyalahgunaan narkoba, maka segera berikan informasi untuk ditindak. Jaringan peredaran gelap narkoba saat ini bisa dikatakan dalam zona kritis.

“Ini sungguh sangat memprihatinkan. Jadi kita sebagai orang tua, harus benar-benar memberikan perhatian yang lebih ekstra terhadap anak-anak. Narkoba saat ini sudah tidak memandang usia lagi untuk peredarannya. Tujuannya hanya satu, yakni untuk menghancurkan generasi muda bangsa baik secara fisik dan karakteristik,” terang Iswandi.

Ia menjelaskan, maraknya peredaran gelap narkoba dunia khusus di negara ini. Melahirkan banyak jenis macam narkoba, dari data yang ada. Sebanyak 643 jenis baru narkotika di dunia dan yang masuk ke Indonesia ada 46 jenis zat. 18 jenis sudah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, sementara 28 jenis lainnya masih dalam proses pembahasan aktif antara BNN bersana Kemenkes RI dan Instansi terkait lainnya.

“Adapun efek zat yang ditumbulkan dari mengkonsumsi yakni menyebabkan Depresant yaitu menekan fungsi otak. Kedua Stimulant yakni menekan fungsi otak dan yang terakhir Hallucinogen mengebabkan halusinasi pada kinerja otak. Dan jika dibiarkan maka akan menyebabkan kematian,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PWI Kabupaten Tanggamus Sunaryo menyambut baik adanya koordinasi pihak BNN Kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama ini dalam hal pemberantasan peredaran gelap narkoba. Dan menciptakan Kabupaten ini bersih dari narkoba. Kedepannya, organisasi yang menaungi wartawan ini akan bekerjasama dalam sosialisasi bahaya menggunakan narkoba, karena memang menjadi momok menakutkan bagi bangsa ini sendiri.

“Saya sangat apresiasi kalau BNN Kabupaten Tanggamus mau berkoordinasi dengan kami. Dalam hal ini kita bisa memberikan bantuan kontribusi sebagai media sosial untuk memberikan inforamasi terkait bahaya narkoba. Kedepannya kita juga akan melaksanakan sosialisasi dimasyarakat bersama BNN Kabupaten Tanggamus. Jadi kita bersama sama memberantas narkoba di Kabupaten ini,” terang Naryo. (HL)

Anti Narkoba

Posting Terkait