BNNP Lampung Tembak Mati Kurir Narkoba

BANDAR LAMPUNG – Badan Narkotika Nasional Lampung meringkus tujuh orang tersangka kurir sabu-sabu, yang merupakan tiga jaringan besar narkoba lintas provinsi. Satu tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan saat penangkapan. Dari tangan tiga jaringan narkoba ini petugas menyita barang bukti 3,2 kilogram sabu senilai tujuh miliar rupiah.

Dalam waktu dua pecan, petugas BNNP Lampung, menggagalkan upaya penyelundupan dan peredaran narkoba jenis sabu sabu yang dikirim dari pulau Jawa tujuan Lampung.

Baca Juga:  Besok, BNNP Lampung Periksa Bambang Haryono

Dari ketujuh orang tersangka ini, satu di antaranya dilakukan tindakan tegas. Petugas  menembak mati tersangka atas nama Amar warga Bandar lampung, karena berupaya kabur dan menabrakkan kendaraan ke arah petugas saat penangkapan berlangsung.

Sementara enam tersangka lainnya yaitu Dwi, Haris, Ardi, Farid dilumpuhkan petugas dengan timah panas di kakiinya. Dua diantaranya merupakan wanita yang berperan untuk  mengelabui petugas dan membawa barang bukti sabu saat hendak bertransaksi. Kedua wanita ini berinisial Adel dan Dinda warga Panjang,Bandar lampung.

Baca Juga:  22 Wartawan Ikuti Test Urine BNNP Lampung

Tiga kilogram sabu-sabu ini hendak diselundupkan para tersangka dari jakarta dan akan diedarkan ke Lampung, dengan melalui jalur darat dan menggunakan jasa angkutan umum.

Kepala BNNP Lampung, Brigjend Pol Tagam Sinaga mengatakan, provinsi  ini  menjadi target  jaringan narkoba, meski sebelumnya hanya merupakan wilayah transit alur penyelundupan narkoba dari pualu Sumatera ke pulau Jawa. Bahkan Lampung tercatat sebagai 10 besar wilayah peredaran narkoba terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  Satu Bandar Narkoba Tewas Ditembak BNNP Lampung

Sementara menurut pengakuan para tersangka dalam setiap pengiriman mereka mendapatkan upah sebesar sepuluh juta rupiah setiap satu kilogramnya.

Petugas BNNP Lampung masih terus melakukan pengembangan terhadap ketiga jaringan besar narkoba lintas provinsi ini, serta mencari tahu identitas bandar besar yang mengendalikan peredaran narkoba di wilayah provinsi Lampung. (*)

BNNP Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan