Bolos Hari Pertama Kerja, PNS Siap-Siap Kena Sanksi

BANDARLAMPUNG – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung meminta pegawai negeri sipil (PNS) masuk pada hari pertama bekerja.

Pelaksana harian (Plh) BKD Rusli Syofuan, menyatakan dengan waktu yang cukup lama tersebut, PNS diminta bisa masuk kerja di hari pertama nanti.

Ia menambahkan, sanksi bagi PNS yang bolos kerja diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Disiplin PNS. Ada jenjang yang akan diberikan. Mulai dari teguran lisan, tertulis, penurunan pangkat sampai pemecatan.

Apalagi, PNS sudah libur selama 10 hari. Maka mulai Senin 3 Juli, PNS harus sudah kembali bekerja. “Libur kerja total 10 hari. Itu waktu yang cukup,” kata Rusli Minggu (2/7).

Setelah masa liburan selesai, mantan Kepala Bidang Mutasi BKD meminta seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk segera kembali bekerja. Dengan demikian, tanggal 3 Juli sudah bekerja seperti biasa melayani masyarakat.

Jadi tidak ada lagi libur tambahan. Sebab, jika pun sakit, harus ada surat dokter. Pelanggaran yang terjadi jika tidak masuk kerja di hari pertama, sama seperti pada umumnya. Akumulasi akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Saat Terima Rekomendasi Cawagub, Sutono Bolos Kerja

Namun, Ia yakin PNS di lingkungan Provinsi akan masuk bekerja pada hari pertama usai libur panjang Idul Fitri. “Apalagi pendataan PNS menggunakan absen finger print, pasti terbaca. Saya imbau masuk kerja pada hari pertama,” terangnya.

Sebelumnya, Rusli Syofuan‎, menyatakan sesuai Keputusan Presiden (Keppres) menetapkan cuti bersama tahun 2017, yaitu tanggal 23-30 Juni 2017. Dan akan kembali masuk kerja pada 3 Juli. Pemrov melarang PNS di lingkungan sataun kerja perangkat daerah untuk menambah cuti Hari Raya Idul Fitri 2017. Pasalnya cuti yang diberikan pemerintah sudah cukup lama.

“Jadi bagi PNS sudah libur selama 10 hari. Maka bagi abdi negara jangan lagi cuti,” paparnya.

Baca Juga:  Saat Terima Rekomendasi Cawagub, Sutono Bolos Kerja

Rusli menambahkan, para PNS untuk tidak menambah waktu libur lebaran. “Nanti akan ada sidak langsung ke lapangan. Semua harus ikut apel dan datang tepat waktu. Kalau tanpa alasan tidak hadir, akan ada sanksi. Tapi kalau sanksi bukan ranah kami,” ujar dia.

Dia menjelaskan, para PNS telah diberikan cuti bersama, dan Jumat besok sudah libur. Waktu libur hampir 2 minggu tersebut dirasanya sudah cukup untuk melaksanakan hari raya Idul Fitri.

Pihaknya meminta, seluruh PNS agar masuk kerja sesuai aturan. Tidak ada alasan bagi PNS untuk membolos kerja hanya karena alasan terjebak macet pada arus balik lebaran. Selain melarang penambahan cuti bagi PNS, pihaknya juga melakukan pengawasan ketat pada hari-hari menjelang cuti bersama berlangsung. Biasanya, ada PNS yang mangkir dari pekerjaanya beberapa hari sebelum cuti berlangsung.

“Kami akan awasi ketat, entah akan dilakukan sidak atau bagaimana, mekanismenya kami sesuaikan saja nantinya,” ucapnya. “Hari pertama masuk kerja besok, sesuai aturan, semuanya harus sudah masuk. Bila tidak masuk seperti karena sakit, wajib ada surat keterangan sakit dari dokter,” kata dia

Baca Juga:  Saat Terima Rekomendasi Cawagub, Sutono Bolos Kerja

Dia berharap, sosialiasi tentang waktu libur PNS yang dianggap maksimal berdampak pada kehadiran PNS pada hari pertama masuk kerja. Di luar jadwal cuti bersama tersebut, pihaknya melarang para PNS mengambil cuti secara mandiri dengan alasan apapun. Menurutnya, hanya PNS yang sakit yang boleh mengajukan cuti tambahan, itu pun harus disertai surat keterangan dokter.

Sedangkan alasan yang lain menurutnya tidak akan diterima, pasalnya pelayanan masyarakat harus kembali dilakukan setelah libur hari raya usai. Pihaknya juga menegaskan bakal menindak tegas para PNS yang mangkir kerja pada hari pertama. “Kalau soal sanksi sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil,” tandasnya.(ZN)

Bolos Kerja

Posting Terkait