BPBD Tanggamus Gelar Apel Siaga Cegah Bencana

KOTAAGUNG – Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi menghadiri pembekalan komunitas apel siaga bencana bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove di Sekolah Usaha Menengah Perikanan (SUPM) Negeri Kota Agung Barat, Rabu (29/11). Kegiatan yang diprakarsai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus dalam rangka mencegah resiko bencana.

“Kecenderungan banyaknya kejadian bencana hidro-meterologis di Tanggamus menjadi tantangan bersama untuk dapat dikelola dan dikurangi resikonya, yang mana berdasarkan data BPBD dari 2002-2016 ancaman bencana hidro-meterologis terus meningkat dan mendominasi hingga 90 persen,” kata wakil bupati.

Seperti banjir, tanah longsor, angin ribut, dan gelombang pasang yang berujung pada kerugian. Dalam upaya mengurangi resiko bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana dimasa yang akan datang, Tanggamus perlu membudayakan Gerakan Pengurangan Resiko Bencana, yang merupakan proses pemberdayaan komunitas fokus pada kegiatan partisipatif melakukan kajian, perencaaan, pengorganisasian yang melibatkan pemangku kepentingan.

Baca Juga:  BPBD Tanggamus Lamban Tangani Banjir Semaka

Sehingga mampu mengelola lingkungan dan mengurangi resiko bencana dan meningkatkan kualitas hidup.

Tahun ini, Pemkab melalui BPBD melaksanakan implementasi gerakan pengurangan resiko bencana salah satunya melalui kegiatan sekolah laut. Kegiatan sekolah laut merupakan program nasional yang dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diharapkan dapat dilaksanakan secara masif dan berkelanjutan, yang mana didalamnya dilaksanakan Apel Siaga Bencana, bersih-bersih pantai, serta penanaman mangrove secara serentak yang diikuti oleh 1.000 peserta.

Spirit dalam gerakan pengurangan resiko bencana adalah dengan semangat gotong-royong dari masyarakat, komunitas, pelajar, pemerintah, NGO akademisi serta lembaga usaha.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan apel 1.000 relawan yang diharapkan relawan ini dapat menyebarluaskan pentingnya pengelolaan pesisir dan lautan serta sumber daya alam disekitarnya.

Baca Juga:  Apel Siaga Bencana, Dendi: Tingkatkan Kemampuan Personal

Serta mampu menumbuhkan komitmen bersama dari aparatur, masyarakat, serta dunia usaha agar mendukung upaya pengelolaan pesisir dan lautan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak manja dengan mengatakan bahwa bencana adalah tanggung jawab pemerintah sehingga setiap kejadian atau fenomena alam dianggap tanggung jawab pemerintah seperti banjir yang diakibatkan oleh gorong mampet oleh sampah selalu dianggap bencana dan merupakan tanggung jawab pemerintah. Padahal salah satu kriteria peristiwa disebut bencana apabila di luar kemampuan masyarakat.

Apabila masyarakat mau bergotong royong membersihkan gorong-goromg dari sampah maka tidak akan terjadi banjir ini yang perlu kita pahami bersama, dunia usaha juga berperan dalam penanggulangan bencana.

Pemkab menginginkan dunia usaha terlibat dalam langkah pengurangan resiko bencana,  melalui dana CSR, CSR tidak harus berupa uang tunai tetapi bisa berupa produk barang, maupun jasa yang dihasilkan, yang intinya dapat membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Baca Juga:  Tragis, Paman dan Keponakan Tenggelam di Pantai Muara Dua

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi menyampaikan masyarakat dunia usaha dan pemerintah merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam menghadapi pencegahan resiko bencana.

Untuk itu masyarakat dan dunia usaha dapat berperan aktif membantu tugas pemerintah baik pencegahan resiko bencana atau pada saat bencana terjadi.

“Artinya peran masyarakat dalam hal ini ialah dapat menginformasikan kepada kita apabila terjadi bencana. Sedangkan dunia usaha mampu memfasilitasi dan membantu masyarakat dalam upaya membantu meringankan korban bencana alam,” ujar Romas Yadi.

Diharapkan kepada peserta apel siaga bencana dan penanaman mangrove kegiatan pengurangan resiko bencana ini dapat berkontribusi dan diimpelentasikan.(SB/CD)

Apel Siaga Bencana BPBD Tanggamus

Posting Terkait