BPKAD Tentukan Masa Depan Tuba

MENGGALA – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulangbawang (Tuba)  Ria Kholdi memberberkan jika penghasilan pencapaian target Rp1,3 triliun Pendapatan Asli Daerah (PAD) APBD 2018 tergantung pada hasil kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulangbawang dalam mengelola sistem keuangan Pemkab.

Pasalnya, Ria Kholdi mengatakan bahwa semua penghasilan target PAD yang bernilai dan berkapasitas anggaran besar terdapat di BPKAD Pemkab Tulangbawang.

Bahkan menurut Ria bukan saja sebatas itu melainkan semua penghasilan dan kucuran bantuan anggaran baik yang akan dihasilkan ataupun di dapatkan dari wilayah Tulangbawang maupun dari pusat terdapat pada salah satu kinerja BPKAD setempat.

“Karena memang tugas dan tupoksi BPKAD kita itu bukan saja mengatur keadaan stabilitas keuangan kita. Tetapi juga mengatur strategi bagaimana caranya semua target pendapatan keuangan kita bisa masuk dan tercapai sehingga estimasi penambahan ataupun pemasukan anggaran kita pada tahun depan Rp1,3 triliun bisa benar – benar rial,” tandasnya.

Sebab Ria menerangkan semua target PAD melalui beberapa penghasilan penarikan pajak maupun retribusi di semua satuaan kerja Pemkab hanya merupakan sebatas peran pendukung.

Khususnya, lanjut Ria, dari hasil target PAD yang dihasilkan dari kinerja Bapenda terhadap penarikan dari sebelas jenis pajak di Tulangbawang hanya sekedar menambah menopang anggaran yang dihasilkan dari BPKAD setempat.

“Karena target PAD yang diberikan pada saya hanya Rp32 miliar saja, sementara anggaran APBD 2018 mendatang Rp1,3 triliun. Jadi, hanya 4 persen dari APBD kita tahun depan,” terangya.

Sedangkan sisanya, Ria menjelaskan, sebesar 96 persen  guna menutupi pendapatan dan pencapaain anggaran APBD Pemkab sebesar Rp1,3 Triliun pada 2018 mendatang.

Ada pada, sambung Ria, dari hasil tergantung kinerja pihak BPKAD Tulangbawang dalam melakukan pengeloaan dan mengatur strategi keuangan Pemkab khususnya pada tahun depan.

“Sebab mulai dari target PAD melalui hasil dari penarikan bagi hasil pajak , DAK, DAU termasuk anggaran lainnya itu dikelola oleh keuangan. Jadi, apabila BPKAD bisa berhasil dalam melakukan semua sistem keuangan berarti otomatis semua anggaran Rp1,3 triliun saja sebatas tercapai, tetapi melainkan perekonomiaan masyarakat juga akan turut serta meningkat,” paparnya.

Sehingga dengan demikiaan Ria menegaskan BPKAD Tulangbawang bukan saja sebagai tulang punggung perekonomiaan dan pembangunan masyarakat akan tetapi  stabilitas dan pencapaain dalam peningkatan keuangan Pemkab ada pada hasil dari kinerja BPKAD dalam melakukan sistem keuangan Pemkab.

“Jadi intinya anggaran APBD kita apabila tidak tercapai dan tidak sesuai serta tidak stabil itu bukan salah atsu tergantung dari kami Bapenda sebab saya hanya membantu 4 persen saja sementaranya sisanya 96 persen  itu urusan dan BPKAD. Jadi, semua nasib Tulangbawang itu tergantung pada BPKAD baik saat itu maupun k edepan,” tukasnya.(MR)

 

428 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan