BPOM Amankan Produk Obat dan Makanan Mencapai 600 Juta

BPOM melakukan pemusnahan hasil pengawasan Balai Besar POM mulai awal Januari 2017 hingga bulan Oktober 2017 di Kantor Balai Besar POM, Bandarlampung, Senin (20/11).

BANDARLAMPUNG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandarlampung menggelar kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman, dan Pemusnahan Produk Obat dan Makanan hasil pengawasan.

Dalam pemusnahan itu, tampak tumpukan produk kosmetik palsu, kosmetik tanpa izin edar, berbagai jajanan anak. Selain itu, ada juga barang-barang kosmetik palsu yang menggunakan brand terkenal, seperti ponds bedak, NYX lipstik, eyeliner Maybelline, krim malam dan siang merek Citra, dan banyak lagi.

Ada juga jajanan anak, misal aneka jelly dan berbagai merek minuman kemasan. Belum lagi sejumlah produk jamu dan obat herbal tanpa izin edar.

Baca Juga:  BPOM Bakal Sering Sidak saat Ramadan

Kepala Balai Besar POM Bandarlampung, Syamsuliani, memaparkan, selama tahun 2017 Balai Besar POM di Bandarlampung telah melaksanakan pengawasan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Dari hasil kegiatan tersebut, telah diamankan berbagai jenis produk obat dan makanan ilegal. Sebanyak 2.039 item (188776 kemasan) produk obat dan makanan ilegal dari 238 sarana yang tidak memenuhi ketentuan dengan nilai keekonomian mencapai Rp686.353.000 (enam ratus delapan puluh enam juta tiga ratus lima puluh tiga ribu rupiah) dimusnahkan Balai Besar POM di Bandarlampung.

“Produk-produk ini merupakan hasil pengawasan Balai Besar POM mulai awal Januari 2017 hingga bulan Oktober 2017,” kata Syamsuliani, di Kantor Balai Besar POM, Bandarlampung, Senin (20/11).

Baca Juga:  BPOM Bandar Lampung Pantau Izin Edar Produk Ikan Kaleng

Lanjutnya, ubtuk rincian temuan terdiri dari produk kosmetik berjumlah 1.461 item dengan nilai ekonomi Rp202.786.600, produk pangan beriumlah 194 item dengan nilai ekonomi Rp447.981.700, produk obat tradisional berjumlah 58 item dengan nilai ekonomi Rp21.414.000, produk obat berjumlah 324 item dengan nilai ekonomi Rp14.077.700, dan produk komplemen berjumlah 2 item dengan nilai ekonomi Rp98.000.

“Pemusnahan hari ini dilakukan secara simbolis untuk selanjutnya seluruh barang bukti dimusnahkan di tempat pemusnahan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Pada kesempatan ini Balai Besar POM, mengajak bersama-sama masyarakat untuk wujudkan budaya sadar pangan aman dan hindari penggunaan atau konsumsi obat dan makanan illegal,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak, masyarakat lebih memahami Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA), yang merupakan upaya untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup sehat, yang dirancang untuk intervensi yang lebih ke hulu dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia.

Baca Juga:  BPOM Musnahkan Produk Obat dan Makanan Ilegal

“Lebih banyak bersifat preventif, promotif, dan preemtif (mencegah mengajak dan mendorong) perilaku masyarakat untuk memproduks menyediakan dan mengkonsumsi pangan yang aman dan bermutu,” ucapnya.

Dengan adanya gerakan ini pula diharapkan akan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan yang aman sehingga terwujud budaya sadar pangan aman.

Diketahui, pada kesempatan inu, telah dilaksanakan penandatangan MoU antara Kwartir Daerah Pramuka Lampung dengan Balai Besar POM, Komisi Pinyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung dengan Balai Besar POM.  Dengan adanya kerjasama tersebut, dapat terjalin kerjasama dan sinergitas kegiatan antara BB POM dengan stake holder untuk meningkatkan efektifitas pengawasan. (ZN)

 

BPOM BPOM Bandar Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan