BPP Lampung Dorong Tubaba Swasembada Beras

BPP Lampung Dorong Tubaba Swasembada Beras

Demonstrasi penggunaan traktor roda empat dan rice transplanter. Foto: Ist

TULANGBAWANG BARAT – DALAM rangka mewujudkan swasembada beras di Provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Tubaba, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung beserta Widya Iswara Kementan turun langsung ke Kabupaten Tubaba.

Lokasi yang ia kunjungi yakni tempat demonstrasi penggunaan Traktor Roda Empat dan Rice Tranplanter.

Praktek pengoperasian alsintan tersebut diikuti para PPL, Gapoktan, kelompok tani, serta KTNA se-Tubaba.

Baca Juga:  Dibalik Pertanian Organik Menuju Swasembada Beras

Hal ini dilakukan guna mewujudkan swasembada pangan sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo.

Demikian diungkapkan Widya Iswara Kementerian pertanian Ahmad Suryanto, kepada fajarsumatera.co.id, Senin (16/4/2018).

“Kami berharap para petani harus memiliki SDM yang handal dalam pengelolaan alsintan. Hal ini dalam rangka menunjang terwujudnya swasembada beras di Lampung khususnya di Tubaba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Lampung M Bhakti Poerwadikarta meminta bantuan alsintan yang sudah diterima petani harus dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga:  Dibalik Pertanian Organik Menuju Swasembada Beras

Kehadiran para petugas perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian tersebut di kabupaten Tubaba dalam rangka meningkatkan kinerja sektor pertanian serta sebagai upaya mempertahankan swasembada pangan.

“Pemerintah pusat melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung sebagai Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kementerian Pertanian untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan, kami terus melakukan upaya modernisasi melalui penggunaan alat mesin pertanian atau alsintan di kalangan petani,” ujarnya.

Baca Juga:  Dibalik Pertanian Organik Menuju Swasembada Beras

Dirinya menegaskan, BPP provinsi Lampung mendorong para petani khususnya yang telah mendapatkan bantuan alsintan dapat memanfaatkan alat tersebut semaksimal mungkin guna mencapai efesiensi waktu dan biaya usaha tani sejak mulai olah lahan hingga panen.

“Alat-alat yang sudah diberikan kepada petani meliputi bajak traktor untuk pengolahan lahan, rice transplanter untuk pertanaman padi, pompa air untuk mengatasi dampak kekeringan, alat Combain Harvester untuk penanganan panen,” ujarnya. (GS)

BPP Lampung Swasembada Beras

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan