Budayawan Luar Negeri Hadiri Sharing Time Megalithic Millennium Art Di Tubaba

Gati Susanto | Fajar Sumatera

PANARAGAN – Sejumlah penggiat seni antusias ikuti pembukaan Sharing Time Megalithic Millennium Art. Kegiatan digelar  di Kota Budaya Ulluan Nughik. Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tubaba,  Rabu (22/01).

Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah penggiat Seni dan Budayawan dari 8 Negara, Budayawan Nasional, Bupati Umar Ahmad, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Sekda Tubaba Herwan Sahri, mantan Wakil gubernur Lampung Bachtiar Basri, Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho beserta anggota dewan,  Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman, Budayawan Lampung Ansyori Djausal, Dandim, Forkopimda, Ketua TP-PKK Kornelia Umar, Pejabat Eselon, kepalo Tiyuh/ lurah, masyarakat dan siswa sekolah.

Pembukaan Megalithic Millennium Art ditandai dengan adanya Tarian Budaya Lampung yakni Tari Siger Penguten serta Tarian Nenemo.

Baca Juga:  Tubaba Kembangkan Produksi Benih Padi

Ketua panitia Semi Ikra Anggara menuturkan, kegiatan tersebut merupakan refleksi kilas balik kemasa depan. Hal ini merupakan ruang publik dalam komunikasi yang sejajar antara satu sama lain yang saling berdiskusi dan komunikasi dengan memunculkan kembali kebudayaan leluhur.

Acara Sharing Time Megalithic Millennium Art, digelar mulai tanggal 22-26 Januari 2020,

Sementara Melati Surya Dharma anak Alm Suprapto Surya Dharma yang merupakan penggagas acara ini dalam sambutannya mengatakan, ssebagai anak akan selalu mengenang sejarah orang tua yaitu Alm Suprapto yang selalu dekat dengan Budaya, Alam, dan Kebudayaan Leluhur.

“Saya ucapkan terima kasih kepada kabupaten Tulang Bawang Barat (tubaba), yang telah menggagas kegiatan Megalithic Millennium Art,” ungkapnya.

Baca Juga:  KPPK Apresiasi Umar Ahmad

Dalam sambutannya Bupati Umar Ahmad, mengucapkan Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengucapakan selamat datang kepada tamu undangan yang pada hari ini telah dapat hadir di Acara bertajuk Kebudayaan dalam Megalithic Millenium Art di Tubaba.

“Hari ini kita berada di pusaran kota Budaya Ulluan Nughik dengan arti Ulluan berarti “atas” kemudian Nughik berarti “kehidupan”, di kota awal dari kehidupan adalah awal dari kehidupan sebuah kota yang diniatkan menjadi kota budaya berbasis ekologi terhadap niat dan visi bapak alm Suprapto Suryodarmo ingin merespon dari visi besar yang dimiliki oleh tubaba oleh karenanya beliau mengajak seluruh ilmuan seluruh budayawan seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia yang khususnya yang tergabung di dalam kelompok joget Amerta untuk hadir ke tubaba,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tubaba Expo Gelar Lomba Hadroh

Ia menuturkanalam sharing time ini kita juga ingin memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang kiranya setelah stonhenge 5000 tahun yang lalu rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat yang bersifat megalitikum oleh karenanya kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjaga pepohonan menjaga sumber-sumber air menjadi agar bantaran sungai dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta. (GS)

Budayawan Sharing Time Megalithic Millennium Art Tubaba

Posting Terkait