Budiono dalam Pusaran Seleksi KPU di Lampung

2 mantan Komisioner KPU Lampung turut menghadiri jumpa pers yg digelar oleh Budiono dan LBH Bandar Lampung, Jumat 8 November 2019. (Foto Joshua)

BANDARLAMPUNG — Dua Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Lampung Handy Mulyaningsih dan Nanang Trenggono meragukan anggapan dugaan jual beli jabatan di seleksi Komisioner KPU Kabupaten/Kota yang dilaporkan oleh Dosen Fakultas Hukum Unila Lampung.

“Bagi saya ini mengejutkan, hal ini tidak lazim,” kata Handi Mulyaningsih, saat menghadiri jumpa pers terkait laporan dugaan tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga:  Budiono: KPU Harus Audit Dana Kampanye Arinal-Nunik

Menurut Handi, selama dirinya mengikuti seleksi belum pernah ada kejadian seperti ini. “Penyelenggara pemilu harus bersih, berintegritas, dan profesional,” ujar Handi.

Sementara Nanang Trenggono yang merupakan mantan Ketua KPU Provinsi Lampung dua periode mengaku prihatin.

“Selama ini tidak pernah, waktu dulu dilakukan seleksi berjenjang oleh KPU Provinsi, gak ada yang begini-begini,” kata Nanang yang pernah menjabat ketua dua periode.

Keraguan mereka ini tergambar ketika Budiono, yang juga mantan Anggota Tim Panitia Seleksi Komisioner KPU Provinsi Lampung, melaporkan upaya ke LBH tanpa memperlihatkan pecahan uang yang dimaksud.

Baca Juga:  Sisi Lain Lilis Versus Budiono di Mata Ombudsman

Selain itu, kapasitasnya sebagai pelapor. Apakah memiliki surat kuasa dari para korban. Juga tidak ditunjukannya saat itu. Padahal, dari kronologisnya tergambar kedekatan antara Budiono dan korban.

Budiono menjadi pelapor dalam dugaan jual beli jabatan dengan melaporkan calon Komisioner KPU Tulangbawang VY, calon Komisioner KPU Pesawaran LP, dan Anggota KPU Provinsi Lampung ENF. Budiono juga menuding ENF menjadi Komisioner Lampung karena menyerahkan sejumlah uang.

“ENF menjadi Komisioner KPUD Provinsi Lampung, dengan menyerahkan sejumlah uang. Saya tidak tau dimana dan kepada siapa,”tuding Budiono.

Baca Juga:  Ketua Bawaslu Lampung Benarkan Saran Ombudsman RI soal Budiono

Saat menuturkan kronologis kejadian dalam konferensi pers di Kantor LBH Bandarlampung, Budiono mengatakan VY bersama suaminya GS, menemui dirinya di rumah kediamannya, Minggu (3/11/2019) sekira pukul 06.30 WIB pagi. “Saya teman satu kampung GS di Tulangbawang,” kata Budiono.

Menurut Budiono pertemuan di rumah kediamannya juga bukan merupakan pelanggaran etika. “Saya kan tim seleksi komisioner di provinsi,” ujarnya.

Pada sisi lain, Direktur LBH Bandarlampung Candra Muliawan yang menjadi kuasa hukum Budiono telah menyiapkan bukti-bukti dugaan jual beli jabatan berupa kuitansi dan hardcopy untuk dilayangkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), sekalipun tanpa memperlihatkannya secara fisik. (JO)

Budiono Seleksi KPU Lampung

Posting Terkait