Bukan Ahli Selingkuh

Ternyata untuk membangun asmara kudu diserahkan ke ahlinya. Kalau tidak, nasibnya bakal seperti Darto (nama disamarkan), usia 52 tahun. Dia jadi bulan-bulanan selingkuhannya, sebut saja Darti, usia 30 tahun, dari Gunungsugih, Lampung Tengah.

Bukan hanya di dunia asmara, di berbagai belahan dunia juga kudu pake ahlinya. Dalam politik, meski bukan ahlinya bisa saja seseorang ditunjuk jadi menteri karena dia memang mitra koalisinya atau teman baiknya.

Maka di jaman Presiden Jokowi, sah-sah saja seorang dijadikan menteri. Padahal hadist Nabi sudah mengingatkan: segala sesuatu yang dipegang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya.

Agaknya Darto, dari Sukarame, Bandarlampung, belum pernah menerima pencerahan semacam itu. Dikiranya urusan selingkuh itu urusan sepele, dalam usia yang sudah bukan lagi muda, eh masih coba-coba bermain mata dengan perempuan lain.

Entah apa pertimbangan Darti, lelaki yang sudah beranjak tua begitu, dijadikan selingkuhan, sehingga sampai tega menduakan dengan suami sahnya di rumah.

Yang jelas, dari hubungan itu Darti dapat duit. Sebab jelek-jelek begitu Darto memang masih bekerja di sebuah perkebunan, dengan posisi sebagai kordinator.

Agaknya cinta Darti pada Darto sudah demikian mendalam, atau mungkin karena sudah kadung didalami.  Buktinya, dia sampai berani bercerai dari suaminya, kemudian mendesak Darto untuk segera menikahi. Maklum, dia tak mau terjadi kevacuman terlalu lama dalam rumahtangganya.

Tapi rupanya Darto tak siap dengan tantangan selingkuhannya. Menceraikan istri yang sudah memberikan sejumlah anak jelas sebuah kebodohan. Sedangkan mau poligami, dia juga tidak sanggup karena penghasilannya tidaklah menjanjikan. Rupanya dia juga sadar punya isrtri baru enaknya hanya sebentar, barang seminggu atau dua minggu. Selebihnya, sama saja baik rasa maupun daya tariknya.

Karena tak memperoleh jawaban jelas, Darto menyusul ke rumah Darti.  Begitu nampak selingkuhannya menyusul ke rumah, dia malah ngumpet ke dalam kamar. Jadilah Darti hanya ngobrol-ngobrol dengan istri Darto. Mungkin saja darti lalu bercerita dia siapa sebenarnya, dan mendesak agar istri darto ikut menasihati suaminya.

Untunglah Ny. Darto wanita yang berjiwa besar. Segala pengkhianatan suaminya tetap disembunyikan dalam keluarga, bahkan tak pernah diklarifikasi pula pada suami. Ini tentu saja semakin membuat Darto seakan mati penasaran. Gara-gara terus didesak selingkuhannya, sementara istri berlagak pilon, Darto akhirnya memilih kabur dari rumah.

Malam itu anak-anak dan istri Darto baru sadar akan kenekatan ayahnya, ketika membaca surat wasiat dalam kamar berbunyi: maafkan atas pengkhianatanku selama ini, dengan aku meninggalkan rumah urusanku  selesai tanpa melibatkan kamu. Buru-buru anak istrinya mencari ke terminal Rajabasa.

Namun, tidak ketemu juga. Mungkin sudah naik bus. Dia meninggalkan istri dan anak berikut selingkuhannya, hanya karena panik ditekan terus oleh selingkuhannya.

332 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment