Bulog Salahkan Data Telat Masuk

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Kinerja Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Lampung mendapat sorotan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait penyaluran beras pra sejahtera (Rastra) yang lamban. Bulog berkilah hal tersebut terjadi lantaran data masyarakat yang berhak menerima dari Bulog di daerah telat masuk.

“Data yang masuk ke Bulog Lampung telat dan masih membutuhkan verifikasi lapangan. Data di lapangan bersifat dinamis, inilah yang membuat penyaluran rastra lambat,” kata Kadivre Bulog Lampung, Muhammad Attar Rizal.

Attar mengakui, saat ini penyaluran Rastra di Lampung memang masih dibawah 50 persen. Pihaknya pun meminta agar Bulog di kabupaten dan kota cepat dalam melakukan pendataan rasta.

“Pendataan harus dilakukan cepat supaya penyalurannya tidak terkesan lambat. Karena penyaluran Rastra kan membutuhkan proses panjang. Verifikasi yang paling lama,” kilahnya.

Data Bulog menunjukkan, penyaluran Rastra paling tinggi terjadi di Lampung Barat sebesar 48,62 persen. Disusul Tulangbawang dan Kota Metro. Sedangkan wilayah paling rendah adalah Way Kanan sebesar 5,30 persen.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menyindir kinerja Bulog yang lamban dalam menyalurkan Rastra. Ia menargetkan penebusan Rastra di seluruh kabupaten/kota se Lampung mencapai 40 persen akhir Mei 2017. Agar tepat sasaran, dia menekankan pentingnya semua kabupaten/kota untuk memiliki data kemiskinan yang akurat.

Hingga 5 Mei 2017 penyaluran Rastra di Lampung masih dibawah rata-rata nasional. Penyaluran baru terealisasi 10.462.350 ton dari Pagu Januari – Mei sebanyak 41.513.400 ton atau hanya sebesar 25 persen.

Sementara untuk realisasi BPNT Kota Bandarlampung dari jumlah Pagu Januari – Mei 2017 untuk beras sebanyak 2.485.550 kg baru terealisasi 212.260 kg atau 8,54 persen. Sedangkan untuk gula dari jumlah Pagu Januari – Mei 2017 sebanyak 497.110 kg terealisasi 42.452 kg atau 8,54 persen.(Zn)

 

Posting Terkait