Bunda Dewi: Tidak Ada UU Melarang Wanita Jadi Pemimpin

Bunda Dewi: Tidak Ada UU Melarang Wanita Jadi Pemimpin

Kelompok Wanita Tani (KWT) Mahkota, Pekon Kali Bening, Kecamatan Talang Padang siap untuk memenangkan pasangan calon Dewi Handajani-Syafe’i di Pilbup Tanggamus, Senin (26/2/2018). Foto: Candra/Fajarsumatera.co.id

TANGGAMUS – KELOMPOK Wanita Tani (KWT) Mahkota, Pekon Kali Bening, Kecamatan Talang Padang siap untuk memenangkan pasangan calon Dewi Handajani-Syafe’i di Pilbup Tanggamus 2018.

Ketua KWT Pekon Kali Bening, Sutihat, menyerukan untuk memilih Bunda Dewi dan Syafe’i menjadi Bupati/Wakil Bupati Tanggamus.

“Jangan lupa ajak bapak, anak, dan menantunya,” serunya, Senin (26/2/2018).

Baca Juga:  Samsul Hadi Resmikan Relawan POS (Persatuan Ojek Sehati) SAM-NI

Sementara Bunda Dewi dalam orasi politiknya mengatakan wanita harus bangkit dan mampu bersaing.

“Karena kita sejajar dengan laki-laki,” ucapnya.

Menurut Bunda Dewi, tidak ada satupun undang-undang yang melarang wanita menjadi pemimpin.

“Sosok wanita itu sangat fenomenal dan sangat luar biasa, dan serba bisa. Namun, tidak juga kita melemahkan kaum laki-laki,” jelasnya.

Selanjutnya Bunda Dewi mengatakan, Kabupaten Tanggamus dilambangkan dengan Gunung Tanggamus.

“Yang artinya, perubahan dinamika dari lingkungan, perlu kita jaga bersama, ini sangat penting. Hal ini yang menjadi acuan saya untuk mencalonkan diri,” katanya.

Baca Juga:  Warga Kecamatan Pematangsawa Berharap Bunda Dewi Bangun Jalan

Bunda Dewi mengajak warga untuk merawat keharmonisan dan rukun bertetangga.

“Jangan ada sindir-sindir dengan agama lain, apalagi suku, itu akan memunculkan sikap yang kurang baik,” ujarnya.

Ke depan, Tanggamus harus ada wisata religi, yang secara keseluruhan akan terwujud jika dirinya terpilih menjadi Bupati Tanggamus.

“Saya akan ciptakan sertipikasi kelulusan AlQur’an untuk anak anak kita, jangan lagi ada anak-anak kita yang tidak bisa mengaji,” bebernya.

Untuk meningkatkan sumber daya manusia Tanggamus, Bunda Dewi ingin meningkatkan keunggulan di bidang pertanian dengan koperatif dan kompetitif.

Baca Juga:  Bunda Dewi Disambut Hangat di Pekon Kedaloman

“Ini program ungulan bunda yang akan sangat diprioritaskan dan menjadi acuan ke depan,” katanya.

Salah seorang peserta, Suparman (54) bertanya kepada Bunda Dewi tentang melestarikan kesenian kuda kepang, pencak silat yang membutuhkan perhatian.

Dan bagaimana pendidikan tingkat perguruan tinggi negeri bisa hadir di Tanggamus.

Bunda Dewi menjawab,”Saat ini sudah ada pemberian bantuan kepada kesenian di  Tanggamus,namun belum maksimal.”

Untuk perguruan tinggi, lanjut Bunda Dewi, sudah ada STMIK dan STBI di Kota Agung dan Gisting.

“Untuk perguruan tinggi negeri memang dibutuhkan fasilitas yang memadai, namun akan terus kita upayakan,” pungkasnya. (SB/CD)

Bunda Dewi Pilbup Tanggamus 2018

Posting Terkait