Buntut Pemalsuan Tandatangan, Sekwan Pindahkan Staf Sekretariat Komisi

Sekwan DPRD Lampung, Kherlani | Foto : istimewa

BANDARLAMPUNG – Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung, Kherlani, memindahkan staf sekretariat komisi.  Ini dilakukannya sebagai buntut  dari pemalsuan tanda tangan Johan Sulaiman dalam surat undangan Panitia Seleksi (Pansel) Sekertaris Daerah (sekda) Lampung.

Kherlani menjelaskan, dirinya tidak mengetahui  soal surat undangan pemanggilan pansel Sekda yang dikirim oleh sekertariat komisi I, sebab beberapa hari terakhir dirinya sedang di Bengkulu, menghadiri rapat kordinasi Sekwan seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Imer Darius Minta BK DPRD Lampung Usut Dugaan Pemalsuan Tandatangan

“Saya tahu pemalsuan tandatangan pak Johan Sulaiman dari media. Sebab beberapa hari terakhir saya sedang di Bengkulu, jadi tidak tahu menahu soal surat undangan ini,” kata dia.

Kherlani menjelaskan, meskipun staf sekretariat dewan dibawah pembinaan dirinya, namun tugas staf tersebut berada dibawah kewenangan komisi.

“Meskipun mereka dibawa binaan saya namun  staf tersebut di BKO kan ke komisi.Saya sudah tanyakan kepada bagian kepegawaian.  Yang teken tanda tangan pak Johan Sulaiman adalah staf sekretariat komisi. Terkait tindakan staf ini sudah saya pindahkan kebagian lain,” kata dia.

Baca Juga:  Imer Minta Ririn Bersikap Gentle soal Pemalsuan Tandatangan

Sebelumnya, Komisi I DPRD Lampung mengklarifikasi pemberitaan mengenai surat pemanggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke Panitia Seleksi Sekdaprov Lampung pada Selasa (9/10/2018)  palsu.

Ketua komisi I DPRD Lampung Ririn Kuswantari menyampaikan bahwa surat keluar pimpinan DPRD kepada Pansel Sekda Provinsi Lampung yang disinyalir terdapat kekeliruan atau manipulasi keaslian tanda tangan Wakil Ketua DPRD Lampung Johan Sulaiman adalah diluar sepengetahuan dan petunjuk pimpinan maupun anggota komisi I.

Baca Juga:  Pansel & Pimpinan DPRD Diminta Ungkap Pihak yang Terlibat Pemalsuan Tandatangan

“Setelah kami klarifikasi hal tersebut adalah murni merupakan kelalaian staf sekretariat komisi. Namun demikian hal tersebut merupakan kelalaian kami,”kata Ririn, Kamis (11/10/2018).

Oleh karena itu, ia meminta kepada pimpinan staf sebagai atasannya yaitu sekretaris dewan (sekwan) untuk memberi sanksi  tegas kepada  yang bersangkutan.

“Kami selaku Pimpinan dan Anggota Komisi I mohon maaf kepada Pimpinan Dewan dalam hal ini Johan Sulaiman,” ujarnya.(*)

Pemalsuan Tandatangan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan