Bupati Lamteng Bikin ‘Takut’ Warga Lima Kecamatan

Lampung Tengah-Pernyataan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto saat menghadiri rapat paripurna tentang kesepakatan bersama rancangan KUPA dan PPAS perubahan APBD Lampung Tengah Tahun anggaran 2020 di DPRD pada Senin (14/09) lalu, terkait lima kecamatan di Lamteng masuk dalam zona merah dinilai Liga Pemuda Indonesia sebagai bentuk melangkahi wewenang Satgas Covid-19 pemerintah pusat.

Menurut Ketua Liga Pemuda Indonesia Provinsi Lampung,Lamen Hendra Saputra , pemerintah provinsi dan pusat sampai dengan saat ini bahkan belum menetapkan lima kecamatan yakni Gunung Sugih, Terbanggi Besar, Seputih Agung, Bandar Mataram dan Pubian yang diklaim Loekman sebagi zona merah.

“Karena dampak nya akan luas sekali, dari segi psykologis masyarakat jelas akan drop, panik karena penetapan zona tersebut, berdampak pula pada Lesu nya ekonomi masyarakat karena merasa takut untuk beraktifitas keluar rumah, dan masih banyak lagi dampak lain yang akan muncul setelah penetapan zona tersebut,”tegas Lamen dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi, Minggu (20/9).

Penetapan zona merah sambungnya merupakan wewenang Satgas Covid-19 dari pusat, bukan kewenangan pemerintah kabupaten.

“Beliau itukan kepala daerah seharusnya berlakulah seperti kepala daerah jangan menjadi preman politik yang kerjanya membuat panik masyarakat dengan pernyataan-pernyataan seperti itu.  Ditengah situasi pandemi seperti saat ini yang harus di lakukan adalah meyakinkan masyarakat agar tetap tenang dan selalu menjalankan pola hidup sehat serta selalu menjalankan protokol kesehatan bukan malah membuat gaduh situasi, lalu pertanyaan nya adalah apa muatan dari pernyataan bupati lamteng yang menyatakan 5 kecamatan di Lamteng tersebut menjadi zona merah?,”urainya.

Lamen berpendapat, pernyataan Loekman sarat muatan politis mengingat sebagai petahana Ia kembali mencalonkan diri kembali di Pilkada Lamteng.

“Seperti kita ketahui hari ini merupakan tahun politik dan kabupaten lampung tengah menjadi salah satu kabupaten yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, dan saat ini beliau juga sedang menjadi salah satu kontestan calon kepala daerah di kabupaten lamteng, sehingga kami menilai ada Indikasi upaya mempolitisasi isu covid-19, yang kita khawatirkan juga ada langkah tersebut merupakan upaya untuk membatasi kegiatan calon lain bersosialisasi kepada masyarakat,”cetusnya.

Selain itu, Loekman cenderung memanfaatkan jabatan sebagai Bupati guna kepentingan sosialisasi pencalonan dan pencitraan sebagai petahana.

“ Ironis nya lagi, setelah beberapa kali kami jumpai juga di lapangan,  melalui kekuasaan dia masih terus mendompleng program bansos Pemda dengan jargon Gotong Royong, padahal di dalam nya terjadi praktek politik sosialisasi bagi-bagi sembako, memang tidak ada yang melarang di masa sosialisasi terjadi praktik demikian karena yang di atur oleh UU dan PKPU hal tersebut tidak boleh dilakukan setelah ada penetapan sebagai calon bupati dan wakil bupati, dan doa kita bersama agar praktik sedemikian tidak terjadi setelah penetapan sebagai calon bupati,”ujarnya.

Dia menambahkan, Soal data Covid 19 yang positif menurut rilis dari pemda kabupaten lampung tengah, memang ada peningkatan . Dan Ia berharap semua bisa memahami kondisi pandemic. Tapi jangan juga di jadikan aji mumpung karna situasi nya berbarengan dengan Pilkada yang dia juga sebagai salah satu calon. kemudian praktek politisasi isu covid 19 di jadikan comoditi politik oleh beliau, isu covid 19 ini isu kemanusian jangan di jadikan isu politis karena dampak nya akan tidak baik untuk ketenangan masyarakat dan proses penanganan itu sendiri.

“ Kalau mau adil alangkah baik dan ksatrianya Pak Loekman untuk segera mengambil cuti lebih awal supaya tidak ada praduga-praduga yang mengindikasikan Bapak mempolitisasi isu Covid untuk kepentingan pribadi sebagai calon bukan sebagai Bupati yang sedang menjabat.Lebih buruknya lagi kalau sampai praduga-praduga itu mengarah ke soal bantuan bagi rakyat terdampak Covid yang di manfaatkan untuk kepentingan pribadi sebagai calon bukan sebagai Bupati yang sedang menjabat juga.Kami juga menekankan agar  Pak Loekman, segera mengajukan cuti agar lebih affair,”tutupnya.(rilis)

 

 

Posting Terkait