Bupati Tuba Bikin RT-RW Kecewa

Tulang Bawang-Aspirasi puluhan aparatur lingkungan asal Kecamatan Menggala kepada Pemkab Tulang Bawang agar menaikan isentif 300 persen dan diberikan motor setara dengan  kepala dusun bakal sirna.

Kabag Tata Pemerintahan Dan Otonomi Daerah  Sektetariat Pemkab Tulang Bawang Taufik Jaya dengan tegas menyatakan bahwa jabatan kepala lingkungan lah yang setara dengan jabatan kepala dusun.

Sebab dalam tatanan pemerintahan kelurahan seseorang lurah membawahi langsung kepala lingkungan dan kepala kampung  membawahi kepala dusun dengan masing-masing mereka membawahi rt dan rw.

Dijelaskan Taufik, permintaan rt dan rw menggala untuk menaikan isentif tidak serta merta dapat dikabulkankarena harus melalui berbagai kajian.

Selain berbenturan dengan berbagai regulasi saat ini, keuangan daerah sedang dalam kondisi tidak stabil dampak dari pandemi covid-19.

Menurutnya terdapat perbedaan regulasi antara jabatan aparatur tingkat kampung dengan jabatan aparatur tingkat kelurahan.

Jabatan aparatur kampung secará spesifik telah diatur dalam undang-undang nomor 06 tahun 2014sehingga besaran tunjangan penghasilan disesesuaikan dengan siltap.

Sementara untuk jabatan aparatur tingkat kelurahan hanya diatur dalam  sebuah perda tahun 2001yang belum secara spesifik mengatur persoalan tunjangan penghasilan aparatur.

Pemberian bantuan kenderaan operasional roda dua bagi para kepala dusun pada 147 kampung merupakan program kerja pimpinan khusus diberikan kepada kepala dusun.

Jika ada pemberian bantuan diluar kepala dusun itu kebijakan pimpinandengan melihat azaz kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

Kecemburuan sosial aparatur lingkungan menggala dengan aparatur kampung diduga menjadi pemicu sehingga ramai-ramai mereka sambangi sekretariat pemkab tulang bawang.

Kedatangan para ketua rt dan rw ini selain meminta menaikan isentif juga meminta agar bupati winarti bertindak adilmemberikan sepeda motor seperti yang diberikan kepada para kepala dusun dan 15 koordinator Abpedsi.(Murni)

Posting Terkait