Bupati Waykanan Canangkan Kampung Literasi

Jomi Aprianto | Fajar Sumatera

BLAMBANGANUMPU– Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya, meresmikan Pasar Kampungumpu Kencana sekaligus mencanangkan Kampung Literasi di Kecamatan Blambanganumpu, Jumat (25/10).

Raden Adipati, menjelaskan, gagasan tentang desa literasi adalah satu ikhtiar kecil di level daerah dan terjangkau agar mudah dioperasionalkan dalam bentuk kegiatan kegiatan praktis, yang bertujuan agar capaian dan target bisa terukur, mudah dievaluasi dan dilakukan perbaikan.

Namun demikian, gagasan desa literasi merupakan upaya atau langkah awal dari gagasan yang lebih besar tentang Indonesia Baru yang mandiri berdikari dan bekepribadian. Dimana menitikberatkan isu gerakan dalam ranah pendidikan.

Baca Juga:  Adipati Bantah Politisasi Penyaluran Dana Bantuan Sosia Tunai

Gerakan desa literasi juga mencoba meresonansi ide tentang pentingnya revolusi mental telah lama digagas oleh para pendiri bangsa.

“Hanya dengan kecakapan keilmuan, kesiapan mental dan integritas dalam kepribadianlah Indonesia akan diperhitungkan kedepan,” kata Adipati Surya.

Pasalnya, pendidikan menjadi pilar mendasar menuju cita-cita tersebut. Hal ini mengingat bahwa perubahan hanya mungkin dilakukan dengan dukungan sumber daya yang mumpuni.

“Oleh karena itu, ilmu menjadi tak terelakkan lagi pentingnya,” tukasnya.

Menurut Adipati, karakter bangsa ini telah lama dikenal memiliki etos kerja dan produktifitas yang tinggi. Namun tetap berpedoman pada nilai-nilai ketimuran menjadi pembeda kualitas sumber daya manusia dengan negara negara lain.

Baca Juga:  Bupati Waykanan Ajak Petani Ikut Asuransi Tani

Dengan kata lain, pendidikan hari ini terjebak pada ritual kurikulum yang terlalu menekankan pada pengetahuan dan kompentensi saja.

“Pendidikan dengan semangat seperti ini menempatkan manusia sebagai robot yang atau hewan sirkus yang perlu dilatih untuk kemudian dipekerjakan dipanggung panggung hiburan, yang tentu keuntungannya akan diambil oleh si pemilik sirkus,” kata Adipati.

Adipati juga menyampaikan, kurangnya perhatian dalam pendidikan karakter membuat sistem pendidikan hanya menghasilkan orang yang cakap bekerja tapi tak cakap berkarya, cakap meniru tapi tak mampu membuat yang baru, generasi yang puas menjadi penonton, tapi tak pernah menyadari potensinya sendiri.

Baca Juga:  Bupati Waykanan Serahkan Bantuan Bagi LDII

Hanya menunggu untuk dipakai tapi tak memiliki kemampuan dalam mengambil inisatif perubahan.

“Saya berharap agar saudara-saudara dapat mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung. Tujuan penyaluran dana besar bagi pemerintahan desa dimaksudkan sebagai langkah dan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan salah satu program nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” urai Adipati.(JOM)

Bupati Waykanan Kampung Literasi

Posting Terkait