Buronan Curanmor Menyerahkan Diri

Ditangkap Polisi

Ilustrasi (ist)

KOTAAGUNG—Rasa bersalah dan takut ditembak yang terus menghantui, HS (32) warga Pekon Tanjunggunung Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, akhirnya menyerahkan diri. HS yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akibat perbuatan mencuri mobil pickup Mitsubishi L300 dengan nopol BE 9660 VE, menyerahkan diri ke satuan Reskrim Polres Tanggamus.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra, SE, ‎mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, mengatakan, sebelumnya HS menjadi buronan dan termasuk DPO dalam perkara pencurian dengan pemberatan (Curat) dalam LP/74/IX/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Pulau Panggung tertanggal 31 Agustus 2017.

Baca Juga:  Buronan Jaksa Nyamar Dagang Roti

“HS diserahkan oleh keluarganya dengan didampingi Kepala Pekon Tanjunggunung, ke Tekab 308 Polres Tanggamus. Seperti diketahui, sebelumnya pelaku melarikan diri ke Kelurahan Nagrek Kecamatan Cicalengka Bandung”, kata AKP Hendra Saputra, Sabtu (4/11).

Dilanjut Kasat Reskrim, untuk memuluskan aksinya HS bekerjasama dengan Fahrozi pada Kamis (31/8) dini hari sekitar pukul 03.00 Wib dengan merusak pintu dan kontak mobil menggunakan kunci T. “Pencurian tersebut dilakukan keduanya dan untuk tersangka Fahrozi sudah ditangkap terlebih dahulu pada September 2017”, ungkap Kasat Reskrim.

Baca Juga:  Mustafa Buronan Kejaksaan

Kepada petugas, lanjut Hendra, HS mengatakan memang benar dia ikut serta dalam pencurian mobil tersebut dan bertugas untuk mengamati daerah sekitar TKP, kemudian setelah itu mendorong mobil bersama Fahrozi menjauhi TKP guna menghidupkan mobil tersebut. Atas kejahatannya dia juga ingin menebus kesalahan dan menyerahkan diri.

Di akui HS, hasil pencurian itu uang pembagian yang diberikan oleh Fahrozi digunakannya untuk berobat dan ongkos melarikan diri. “Uangnya saya pake berobat, karena setelah mencuri mobil itu, dirinya sempat terjatuh dari motor saat dirinya akan pulang. Sisanya untuk biaya melarikan diri,” kata HS.

Baca Juga:  Mustafa Buronan Kejaksaan

Sementara menurut Bambang Sahri, korban pencurian menceritakan bahwa pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 Wib dia menaruh mobil didalam garasi dan menguncinya tetapi ketika terbangun esoknya sekitar pukul 05.30 Wib mobil sudah tidak ada ditempatnya. “Malamnya kendaraan tersebut, saya masukan ke garasi dan dikunci, nah pagi saat bangun dari tidur mobil sudah hilang,” tandas Bambang. (SP)

Buronan

Posting Terkait