CCAI Perkuat Jejaring

Istimewa

BANDARLAMPUNG – Perusahaan penjualan, manufaktur dan distribusi minuman ternama Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) berupaya memperkuat komitmen untuk ‘growing up’, tumbuh bersama jejaring mitra strategisnya.

Memasuki tahun 2020, di tengah pesatnya disrupsi ekonomi dunia ala ‘rezim’ Revolusi Industri 4.0 yang tak tertandingi, korporasi multinasional raksasa Asia Pasifik ini telah merancang sejumlah poin penting strategi agar mampu bertahan, mampu bertumbuh, dan mampu menambah lebih banyak jejaring pasar segmentatif, sekaligus.

Berupaya membaca peluang baru terkait kinerja layanan konsumen dan mitra bisnis, maupun diversifikasi produk, dibarengi pula kesetiaan menjaga catur pilar Environment, Our People, Wellbeing, dan Community, CCAI terus memperkaya inventori dan inovasi baru inisiatif korporat guna membawa insentif manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Semangat tumbuh bersama, coba terus digetok-tularkan gencaran kampanye dan aksi nyatanya, termasuk oleh manajemen West Indonesia CCAI, yang berbasis di pabrik Lampung, Kawasan Industri Lampung, Jl Sutami, Tanjungbintang, Lampung Selatan.

Menggandeng mitra bisnis, Hotel Sheraton Lampung, CCAI diwakili oleh Corporate Affairs Regional Manager (CARM) West Indonesia CCAI Yayan Sopian, menghelat Media Gathering 2020, di Hotel Sheraton Lampung, Telukbetung, Bandarlampung, Kamis petang (23/1/2020), pekan lalu.

Baca Juga:  CCAI Gelar Aksi Rehabilitasi Hutan

Hampir dua jam, Yayan memantik hening dengan memaparkan tajuk konten motivasi ‘Kenali 4 Change Major Driver’, sebagai penggerak utama terjadinya perubahan.

Berangkat dari kesadaran, menjalankan roda usaha di 2020 ini makin penuh tantangan seiring transformasi bisnis terus terjadi. “Kita akhirnya dihadapkan pada dua pilihan, Change or Die. Teman-teman, pilih mana?” tanyanya mengundang antusiasme jawab awak media yang hadir.

Ber-uniform merah CCAI, kesempatan itu Yayan melalap habis fokus peserta dengan paparan enerjik metode terbaik, cara untuk bisa Adapt, Survive and Win, merespons dahsyatnya disrupsi ekonomi.

Mantan pekerja media radio kawula muda Kota Kembang Bandung ini yang pernah mengudara di Lampung, satu semangat dengan Benedictus Jodie, General Manager Hotel Sheraton Lampung.

Menyelia, Jodie yang ternyata juga sealam, pernah menggeluti industri media, dimana ia pernah bekerja di media televisi milik Chairul Tanjung dan grup media dirian Erick Thohir, cermat cerita.

Baca Juga:  Lulusan Havard Beri Motivasi Penerima CSR Coca Cola

“Bekerja di Sheraton Lampung, Sheraton pertama di Indonesia, this is something proud,” ungkap penyuka musik jazz ini, membuka obrolan.

Berbekal pengalaman profesionalnya, dan menyambut pinangan semangat tumbuh bersama sang sejawat, Jodie pun tak ragu mengekspos platform pihaknya untuk juga makin menjadi bagian dari warga Lampung.

“Apa yang ada di sini, potensi pariwisatanya ke depan satu persatu akan kita explore. Sebagai bagian industri, Sheraton juga terus berinovasi. Bisa saja nanti kami hadirkan paket menginap di Sheraton, minumnya Coca-Cola, turnya ke Pahawang. Sesuai spirit menjawab tantangan Tourism 4.0,” terang ia.

Menyebut komitmen ambil bagian kampanye pengurangan plastik kemasan di lingkungan hotel, juga keunikan Sheraton yang notabene satu-satunya hotel tanpa lift di kelasnya di Lampung, tren proksimitas leisure economy dewasa ini –Go, See, Feel, turut dia singgung.

“Soal kolaborasi ini, pastinya engagement (keterikatan) kami lebih erat ke depannya,” pungkas Jodie.

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Hotel Sheraton Lampung, bak kompak mendorong agar industri media massa di Lampung, dapat seirama tumbuh bersama menjemput titik keseimbangan baru sebagai performa kolektif menghela transisi agar secara prima berkedalaman mampu beradaptasi dengan ketat dan derasnya arus perubahan.

Baca Juga:  Rayakan Idul Adha, CCAI Bagikan 111 Hewan Kurban

Seperti hendak mengatakan, di tengah sejuk rindang pepohonan sudut Hotel Sheraton Lampung –Hotel Sheraton didirikan Ernest Henderson dan Robert Moore, 1937, dengan mengganti nama Hotel Stonehaven, Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, pembelian mereka, jadi Hotel Sheraton yang berasal dari tulisan papan nama elektrik salah satu hotel yang mereka beli hingga semua hotelnya diputus bernama Sheraton–, sambil menyeruput segarnya Coca-Cola yang hadir sejak 1886, pertama kali disaji di Jacob`s Pharmacy 8 Mei 1889 dimana 9 minuman terjual sepanjang tahun, dan kali pertama dibuat kemasan botol berbentuk Hutchinson tahun 1899 itu.

Bentang zaman dengan segenap perubahan penyertanya, sukses dilalui kedua korporasi. Yayan Sopian dan Benedictus Jodie, bak ber-purwarupa sedia-setia mendendang harapan, bahwasanya mandat kehidupan –meminjam istilah Yayan, ialah juga bagian setapak yang mesti diperjuangkan. Tak bisa sendiri, mesti tumbuh bersama, sukses bersama. Tabik.(*/MUZZAMIL)

Ccai Coca Cola

Posting Terkait