Cerita di Balik Pemeriksaan Ibu dan Istri Bupati Lampung Utara Oleh KPK

Bupati dan mantan Wakil Bupati Lampung Utara Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi Fee Proyek

Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara memakai rompi oranye pasca ditetapkan sebagai tersangka. Foto: IST

Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap ibu dan istri Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Maria Mery dan Endah Kartika Prajawati sebagai saksi terperiksa.

Selain mereka, ada juga Dekan Fakultas Teknik Rina Febrina; Taufik Hidayat seorang kontraktor; Gunaido seorang kontraktor, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Utara Desyadi. Semuanya diperiksa penyidik pada KPK di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung, Sabtu (25/1/2020). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat ditanya berkait dengan pemeriksaan ini tidak membenarkan dan membantah.

Dari catatan Fajar Sumatera, nama Maria Mery sempat muncul di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Adalah mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo yang menyebut nama Maria Mery. Sri Widodo saat itu bersaksi saat persidangan terdakwa Chandra Safari –salah satu tersangka dalam kasus suap fee proyek pada Dinas PU-PR dan Dinas Perdagangan Lampung Utara– pada Senin (20/1/2020). Saat itu Agung Ilmu Mangkunegara duduk di sebelahnya sebagai saksi.

Maria Mery disebutnya sebagai pihak yang diketahuinya mampu mengendalikan dan ikut bermain proyek di Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Tak hanya nama Maria Mery, nama Tamanuri –anggota DPR RI sekaligus ayah Agung Ilmu Mangkunegara– juga disebutnya sebagai pihak yang mampu mengendalikan dan turut bermain proyek.

Belakangan, Sri Widodo menyatakan keterangannya tersebut sudah dicabut. Tapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Taufiq Ibnugroho menolak pernyataan Sri Widodo.

“Di sini tidak ada keterangan bahwa keterangan saudara saksi dicabut,” ujar Taufiq Ibnugroho sembari menunjukkan kertas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Sri Widodo.

“Kemarin sudah saya sampaikan kepada penyidik Pak Jaksa ketika saya diperiksa kemarin. Saya sudah sampaikan keterangan itu saya cabut,” timpal Sri Widodo.

Taufiq Ibnugroho memahami keterangan Sri Widodo itu. “Oh… Maksud saudara saksi, keterangan ini dicabut saat pemeriksaan sebagai saksi pada tersangka Agung Ilmu Mangkunegara?” tanya Taufiq. Sri Widodo mengangguk. “Benar Pak Jaksa,” jawab Sri Widodo.

“Tapi di BAP saudara ketika diperiksa sebagai saksi di tahap penyidikan untuk tersangka Chandra Safari, tidak ada pencabutan kan?” ungkap Taufiq diamini Sri Widodo.

Agung Ilmu Mangkunegara tidak mengerti alasan Sri Widodo mencabut keterangan yang menyeret nama ayah dan ibunya. Dia menolak untuk menafsirkan hal itu karena ada rasa ketakutan dari Sri Widodo. “Nah… Saya tidak tahu kalau soal itu. Saya tidak mengerti alasannya apa. Pak Sri Widodo takut apa? Tadi kan sudah dia bilang, keterangan itu dicabut. Tanya ke Pak Widodo aja kalau soal itu,” kata Agung.

Atas pencabutan nama Tamanuri dan Maria Mery, baik majelis hakim dan JPU tidak mengetahui dasar kuat dari Sri Widodo. Sementara, Sri Widodo sendiri tidak dapat dikonfirmasi, sebab dia memilih langsung pergi meninggalkan Pengadilan Negeri Tanjungkarang. “Tadi jalannya buru-buru, langsung naik mobil. Tadi naik mobil Mitsubishi Pajero warna putih,” kata juru parkir pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Nama istri Agung Ilmu Mangkunegara, Endah Kartika Prajawati disebut oleh Rina Febrina kerap menerima sejumlah uang kala momen Lebaran setiap tahun. Rina Febrina –istri tersangka Kadis PU-PR Lampung Utara Syahbudin– menyebut pemberian itu berlangsung selama dirinya menjadi istri kadis sejak 2014.

“Tiap Lebaran kami istri kadis-kadis janjian memberi uang ke istri bupati, istri wakil bupati, istri Sekretaris Daerah (Sekda). Ini sudah terjadi sejak suami saya jadi kadis,” ujar Rina tanpa menyebut berapa besaran angka yang biasa diberikan. Pemberian uang itu menurutnya atas perintah suaminya. (Ricardo)

Posting Terkait