Chandra Super Store Bantah Jual Beras Diatas HET

BANDARLAMPUNG — Chandra Super store Tanjung Karang, empat dari salah satu perusahaan retail di Bandarlampung, yang di sidak oleh Satgas Pangan Provinsi Lampung beberapa hari lalu, sebagai upaya penertiban penjualan beras, membantah telah menjual kebutuhan pokok tersebut diatas harga eceran tertinggi (HET).

Manager Chandra Super Store Tanjung Karang, Dian Hariyanto mengatakan, sejak diberlakukannya HET dari pemerintah, pihaknya telah menjual beras sesuai dengan aturan harga yang diterapkan oleh pemerintah.

” Kami menjual beras sudah sesuai HET, yakni Rp12.800/kg, untuk kelas premium, sedangkan untuk medium kami memang tidak menyediakan atau tidak menjualnya” ujar Dian, Rabu (4/10).

Untuk Penjualan beras khusus yang tersedia di Chandra seperti beras organik, beras merah, beras diabet, beras hitem, beras cianjur, dan pandan wangi  masuk kategori beras khusus, dan harganya belum diatur atau tidak ada HET yang ditetapkan pemerintah.

Tim Satgas Pangan Provinsi Lampung yang sidak harga beras ke swlayan yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk No.1 Tanjung Karangtersebut, beberapa hari lalu, hanya mengingatkan agar beras premium yang dipajang di rak display, dapat mencantumkan label jenis beras dan label HET tertinggi pada kemasan.

Baca Juga:  Bulog akan Bantu Petani Jual Beras Kemasan

Setelah diingatkan oleh tim satgas pangan, Dian mengatakan bahwa pihak Chandra Super Store segera menghubungi distributor, khususnya beras yang berasal dari Luar Lampung, untuk melengkapi izin sesuai arahan dari pemerintah.

“Kami cuma diminta oleh tim satgas pangan agar melengkapi izin penjualan beras premium, yang salah satunya ialah dengan mencantumkan label jenis jenis beras dan label HET di kemasan, dan itu langsung kami sampaikan ke distributornya” pungkas Dian.

Bagi pemasok, Dian menegaskan bahwa pihaknya memberi batas waktu hingga sepuluh hari kedepan, agar bisa mencantumkan label jenis dan HET, jika tidak, maka Chandra Tanjung Karang grup, akan menyetop penjualan beras kemasan/ber merek, yang tak sesuai aturan dari pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan rilis resmi yang diterima oleh Fajar Sumatera, dari Satgas Pangan Provinsi Lampung, Pada Senin (2/10) Pemerintah Provinsi Lampung bersama Satgas Pangan Provinsi Lampung melakukan sidak penerapan harga eceran tertinggi (HET) beras ke beberapa perusahaan ritel modern di Kota Bandarlampung.

Hasilnya, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bulog dan Polda Lampung menemukan empat toko ritel modern yakni Superindo Kartini, Hypermart, Chandra Karang dan Giant Extra Antasari masih menjual beras di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia.

Baca Juga:  Menjaga Muruah Petani

Ferynia mengatakan, padahal terhitung sejak 18 September 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi beras, para pedagang dan pemasok harus menyesuaikan aturan HET beras sesuai kebijakan pemerintah.

Untuk itu, Ferynia menambahkan dirinya bersama tim satgas telah meminta toko ritel memindahkan beras premium dan medium  yang dipajang di rak display ke dalam gudang penyimpanan untuk disesuaikan dengan mencantumkan label jenis beras dan label HET tertinggi pada kemasan.

“Para riteler diminta agar melengkapi persyaratan sesuai dengan Permentan Nomor 31 Tahun 2017 mengenai kelas mutu beras  tersebut.” ungkapnya.

Bagi pelaku usaha yang masih menjual beras melebihi  HTE tertinggi, ia menegaskan bahwa bagi yang melanggar akan dikenai sanksi pencabutan izin usaha setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis sebanyak dua kali.

Pemerintah telah menetapkan HET untuk komoditas beras kualitas medium dan premium, dalam upaya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi.

Baca Juga:  HET Beras Jaga Daya Beli

Penetapan HET beras kualitas medium tersebut, untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi sebesar Rp 9.450 per kg, dan Rp 12.800 untuk jenis premium.

Untuk Wilayah Sumatera tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan, beras kualitas medium Rp. 9,950 dan premium Rp 13.300 per kg.

Sementara untuk Maluku, termasuk Maluku Utara dan Papua sebesar Rp. 10.250 untuk kualitas medium dan kualitas premium di harga Rp. 13.600,-

Dalam Permentan Nomor 31 Tahun 2017, Pemerintah telah mengelompokkan tiga jenis beras. Untuk beras jenis medium baik curah maupun kemasan, wajib mencantumkan label medium dengan HET pada kemasannya.

Sedangkan jenis beras premium dikemas dan wajib mencantumkan label preium dengan HET tertinggi. Sementara beras khusus kriterianya akan diatur dan ditetapkan lebih lanjut oleh Kementan, yang termasuk beras khusus diantaranya beras thai hom mali, Japonica, Basmat, ketan, beras organik dan beras berserifikat IG. (IH).

Beras harga beras

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan