Chusnunia Bawa Mustafa Temui Ketua Umum PKB

Istimewa

BANDARLAMPUNG – Setelah bertemu dengan Chusnunia Chalim di Rumah dinas dan kediamannya terkait niat pencalonan Gubernur Lampung, Mustafa mengaku dalam persidangan dipertemukan dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam fakta persidangan pada 7 Oktober 2019 lalu, Mustafa saat dipertemukan dengan Cak Imin mengungkapkan permintaan dukungan PKB kepadanya untuk menjadi Calon Gubernur Lampung.

“OK gak ada masalah, kita akan dukung,”ujar Muhaimin seperti dituturkan oleh Mustafa dalam persidangan, Rabu (17/10).

Baca Juga:  Saksi Ini Siap dan Tanggungjawab Bila Dipolisikan Chusnunia Chalim

Fakta persidangan tersebut juga menyeret beberapa nama petinggi PKB Lampung. Diantaranya adalah Khaidir Bujung dan Midi Ismanto yang saat itu keduanya merupakan anggota Fraksi PKB Lampung.

Pada persidangan itu Mustafa dihadirkan sebagai saksi.

Uang tersebut digunakan Mustafa untuk membeli perahu saat pencalonan dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 lalu atas permintaan petinggi PKB Lampung.

Mustafa mengatakan, Rp14 Miliar dia peroleh dari pinjaman ayah kandungnya, kerabat dan menggadaikan aset pribadi. Setelah terkumpul uang tersebut lalu diserahkannya kepada dua orang petinggi PKB Lampung pada 2017 lalu.

Baca Juga:  Tes Psikologi: Mustafa Gambar Merah Putih, Ahmad Lukis Pemain Bola

“Namun kenyataannya PKB mengingkari dan mengkhianati saya. Saya hanya dimanfaatkan, dipermainkan dan dibohongi  oleh Chusnunia, karena ternyata Chusnunia sendiri yang maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Arinal Djunaidi dan didukung PKB,” ungkap Mustafa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sobari usai persidangan juga membeberkan keterangan Mustafa.

“Pada sidang  terungkap Mustafa menyerahkan dana Rp18 Miliar ke PKB sebagai mahar. Namun uang tersebut telah dikembalikan sebesar Rp14 Miliar yang merupakan uang pribadi Mustafa, sedankan Rp4 Miliar yang bersumber dari  ijon proyek belum dikembalikan,” ungkap  Sobari.

Baca Juga:  Mustafa Merasa Dirugikan OTT KPK

Sementara, pada sidang perkara Simon Susilo dan Budi Winarto als Awi, lanjut Sobari, Mustafa juga membenarkan adanya pengumpulan uang sebesar Rp12, 5 Miliar. Dari Simon Rp7,5 Miliar dan dari Awi Rp5 Miliar berdasarkan laporan Kadis Bina Marga Taufik Rahman.

“Mustafa hanya menerima laporannya saja.  Sementara uangnya mengalir ke anggota DPRD Lampung Tengah,” ungkapnya.(*)

Cak Imin Chusnunia Mustafa

Posting Terkait