Dalam Satu Tahun Densus 88 Gagalkan 9 Aksi Terorisme

Densus 88 (Ist)

JAKARTA-Selama kurun 2016-2017, sembilan rencana aksi teror berhasil digagalkan aparat keamanan. Hal itu membuktikan Indonesia mampu menangani masalah terorisme.

“Ini fakta dan itu diakui serta diapresiasi dunia,” kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin, saat membuka Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 di Bandung, Jawa Barat dalam siaran persnya.

Menurut Hamidin kasus mutakhir adalah dilumpuhkannya enam terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (8/4). Sehari sebelumnya, Jumat (7/4), polisi menangkap tiga terduga teroris di Lamongan. Sementara itu, pada pekan yang sama terjadi serangan bom di Gereja Kristen Koptik di Mesir dan serangan menggunakan truk di Stockholm, Swedia.

Baca Juga:  Polda Pantau Keberadaan Mantan Teroris

Hal itu, kata dia, secara kuantitas dan kualitas pencegahan terorisme Indonesia cukup mumpuni. “Saat saya menghadiri dan memberikan paparan pada konferensi pencegahan terorisme di India beberapa waktu lalu, tak satu pun dari negara hadir yang tidak memberikan apresiasi kepada Indonesia atas keberhasilan menggagalkan beberapa rencana aksi teror,” kata dia.

Terkait dengan pelatihan duta damai dunia maya, Hamidin mengatakan perkembangan teknologi komunikasi, saat ini pun dimanfaatkan oleh kelompok radikal teroris untuk menyebarkan proganda bahkan merekrut anggota melalui dunia maya. Untuk itu, BNPT merasa perlu melakukan pencegahan dan kontraradikalisasi di dunia maya dengan melibatkan banyak kalangan. Menurut Hamidin propaganda di dunia maya bisa membalik fakta dan mengubah pemahaman orang tentang peristiwa sebenarnya.

Baca Juga:  Polda Lampung dan Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris

Ia mengatakan penangkapan terduga teroris di Lamongan dan pelumpuhan enam terduga teroris di Tuban setelah sebelumnya dilakukan pengepungan selama lima jam oleh Densus 88 bisa jadi lain cerita apabila bocor dan diputarbalikkan faktanya di dunia maya. “Bila apa yang terjadi itu tersebar di dunia maya dan orang mempercayai (fakta yang telah diputarbalikkan) itu maka yang terjadi kemudian polisi melanggar HAM,” kata Hamidin.

Baca Juga:  Kapolri Sangat Setuju TNI Dilibatkan Tangani Terorisme

Sementara itu, Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT Kolonel Pas Sujatmiko mengatakan Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 di Bandung diikuti 60 peserta, terdiri dari 20 orang programer, 30 blogger, 20 desainer komunikasi visual. “Melalui Duta Damai Dunia Maya inilah kami berharap bisa membanjiri dunia maya dengan konten damai,” kata Sujatmiko. (AN/LP)

Densus 88 Terorisme

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan