Dana BOS SMK-SMTI Diduga Tidak Transparan

Dana BOS SMK-SMTI Tidak Transparan

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – PENGUNAAN dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat kepada SMK-SMTI Kota Bandar Lampung diduga terindikasi tidak transparan.

Hal ini mencuat dari adanya pertanyaan wali murid terkait adanya biaya uang pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk biaya pembelian buku sebesar Rp521 ribu.

Hal ini diduga juga penggunaan dana BOS di sekolah tersebut dari tahun-tahun sebelumnya pun tidak ada transparansinya kepada wali murid seperti berapa jumlah siswa yang mendapatkan dana BOS, nilai dana per siswa yang mendapatkannya, serta siapa saja siswa yang mendapatkannya.

Baca Juga:  Disdikbud Lambar sosialisasikan Dana BOS

Ketika dikonfirmasi, pihak sekolah Kepala Tata Usaha, Burza, terkait transparansi penggunaan dana BOS, dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait penggunaan dana BOS untuk saat ini maupun tahun lalu.

Bahkan Burza pun memberikan keterangan dengan nada tinggi dan melemparkan untuk pertanyaan tersebut ke kepala sekolah.

“Wawancara apa lagi, sudahlah jangan banyak tai gigi, gak usah diperpanjang dana BOS itu, gua gak ada urusan dana BOS itu, tanya aja sama kepala sekolah, gua minta tolong jangan ganggu gua karena ini bulan puasa dan gua puasa ya, pokoknya gua gak ada urusan sama dana BOS itu,” ucap Burza dengan nada tinggi saat dimintai keterangan tentang penggunaan dana BOS via telepon, Jum’at (25/5).

Baca Juga:  Uang Tunai Diduga Dana BOS Senilai 140 Juta Digasak Pencuri

Sementara itu, kepala sekolah Sulastri, saat akan dimintai keterangan, telepon genggamnya tidak aktif.

Namun sebelumnya, Kepsek SMK-SMTI Sulastri, ketika dimintai keterangannya terkait pungutan uang buku bakat tes skolatik dan map menjelaskan, bahwa itu merupakan ide para siswanya sendiri yang tidak ada campur tangan pihak sekolah.

“Itu ide anak-anak OSIS, masa mereka mau jualan kita larang, kan sekolah juga mengajarkan mereka kewirausahaan jadi uang mereka atau modal mereka, dimasukkan ke dalam uang kas anak-anak, jadi pihak sekolah tidak menahu itu, mungkin itu untuk membantu dan tidak ada paksaan,” terangnya.

Baca Juga:  LSM JAK : Usut Penyimpangan Dana BOS

Saat ditanyakan terkait penggunaan dana BOS dirinya menganjurkannya untuk menemui Burza, karena dirinya baru menjabat satu tahun ini.

“Sebaiknya ke sekolahan aja untuk lebih jelas temui bendaharanya atau pak Burja boleh,” jelasnya.

Sementara, Burza saat ditanyakan terkait perincian penggunaan dana BOS tahun ini maupun tahun lalu mengaku tidak tahu menahu dan kembali melemparkan hal tersebut kepada kepala sekolah. (RD)

Dana BOS SMK-SMTI

Posting Terkait