Dasar Vernita Syabilla Diperiksa: Polisi Bilang Berdasarkan Laporan Masyarakat, Tapi LP-nya Tipe A

Dasar Vernita Syabilla Diperiksa: Polisi Bilang Berdasarkan Laporan Masyarakat, Tapi LP-nya Tipe A

Penyelidikan kepolisian kepada Vernita Syabilla dan kawan-kawan ternyata didasarkan atas Laporan Polisi Model A.

Bandar Lampung – Polresta Bandar Lampung dari awal sampai akhir menerangkan bahwa dasar mereka memeriksa artis Vernita Syabilla selama 1×24 jam berdasarkan laporan atau aduan dari masyarakat.

Laporan tersebut seperti kata Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya diterima oleh Unit Perlindungan Anak dan Perempuan [PPA] pada Satuan Reserse Kriminal [Satreskrim].

Pemeriksaan kepada Vernita Syabilla juga diberlakukan kepada dua orang perempuan dan seorang pria. Keempatnya diboyong petugas kepolisian dari Hotel Novotel di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandar Lampung, Selasa, 28 Juli 2020.

Kapolresta Bandar Lampung Yan Budi Jaya mengatakan bahwa pemeriksaan itu dilakukan dikarenakan laporan atau aduan yang datang dari masyarakat menyebutkan bahwa di hotel tersebut diduga akan terjadi persetubuhan antara Vernita Syabilla dengan pria berinisial S.

Baca Juga:  Polisi Amankan Artis Ibukota Vernita Syabilla di Lampung, Terkait Prostitusi?

Petugas kepolisian disebut mendapati bahwa Vernita Syabilla menemui pria itu didasarkan pada rekam jejak pesan digital yang terjadi antara S dan dua perempuan bernama Meilianita Nur Azi dan Maila Kaisa.

Pada pesan tersebut, kedua perempuan tadi diduga menawarkan jasa untuk melakukan persetubuhan. Dari gambaran ini, polisi menduga ada perbuatan pidana dan disebut prostitusi online.

Kamis, 30 Juli 2020, kepolisian akhirnya menyampaikan press rilis yang menyatakan bahwa dalam peristiwa itu ada dua orang yang menjadi tersangka: Meilianita Nur Azi dan Maila Kaisa.

Baca Juga:  Dugaan Prostitusi Online, Pemesan Jasa Vernita Syabilla Diduga Punya Latar Belakang Pengusaha

Sementara Vernita Syabilla dan pria berinisial S tidak menjadi tersangka. Sangkaan kepada kedua tersangka tersebut diarahkan kepada Tindak Pidana Perdagangan Orang [TPPO]. Dengan sendirinya, dugaan prostitusi online yang sejak awal disebut, tidak menjadi dasar pemeriksaan keempat orang tadi.

Nah, kembali kepada keterangan kepolisian yang menyatakan bahwa keempatnya diperiksa dan diamankan untuk menjalani proses penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat.

Keterangan ini kontras. Artinya sangat jauh berbeda jika dibandingkan pada barang bukti yang ditampilkan ketika press rilis berlangsung.

Di meja yang disediakan, kepolisian meletakkan sejumlah barang bukti berikut dokumen. Jika dilihat lebih jeli, pada salah satu dokumen yang dipamerkan, terdapat berkas perkara.

Baca Juga:  Penangkapan Artis di Lampung, Vernita Syabilla dan Pria Berinisial S Melenggang Kangkung

Pada berkas perkara itu tertulis bahwa penetapan tersangka kepada Maila Kaisa didasari pada Laporan Polisi Model A: LP/A/1628/VII/2020/LP.

Berdasarkan Pasal 5 Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana (Perkap 14/2012), laporan polisi/pengaduan terdiri dari dua macam yaitu a) Laporan Polisi Model A, dan b) Laporan Polisi Model B.

Laporan Polisi Model A adalah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Sedang, Laporan Polisi Mode B adalah Laporan Polisi yang dibuat oleh anggota Polri atas laporan/pengaduan yang diterima dari masyarakat.

Melihat pada penanganan perkara ini, muncul kesan bahwa Vernita Syabilla sejak awal memang dijebak.

Tapi kepolisian mengatakan bahwa semua itu berdasarkan laporan dari masyarakat. [Ricardo Hutabarat]

Vernita Syabilla

Posting Terkait