Daya Beli Petani Membaik

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai tukar petani (NTP) Lampung pada Juni 2017, tercatat 104,18. Ini disebabkan kenaikan harga pada subsektor peternakan, perikanan tangkap, dan subsektor perikanan budidaya.

Meski begitu, secara gabungan NTP pada Juni 2017 mengalami penurunan sebesar 0,38 persen dibandingkan bulan lalu disebabkan indeks harga yang diterima petani turun.

Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan, pada Juni 2017, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas tanaman pangan seperti, jagung, kacang-kacangan, ketela pohon, dan ubi jalar.

Sedangkan pada komoditas tanaman hortikultura dan perkebunan, seperti cabai merah, cabai rawit, alpukat, jeruk, lada, karet, dan kelapa sawit mengalami penurunan harga.

Sebagian subsektor mengalami kenaikan NTP pada Juni 2017, kecuali subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat. Secara rinci, subsektor pertanian tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, subsektor tanaman hortikultura turun sebesar 0,74 persen.

Selanjutnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,67 persen, subsektor peternakan naik sebesar 0,42 persen, subsektor perikanan tangkap naik sebesar 0,71 persen, dan subsektor perikanan budidaya naik sebesar 0,05 persen.

NTP Provinsi Lampung Juni 2017 untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 102,07 untuk subsektor padi dan palawija (NTP-P), 96,53 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H), 102,49 untuk sub sektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr), 116,60 untuk sub sektor peternakan (NTP-Pt), 111,82 untuk sub sektor perikanan tangkap, dan 94,40 untuk sub sektor perikanan budi daya.

Selama Juni 2017 di daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,33 persen. Inflasi disebabkan naiknya indeks harga pada hampir seluruh kelompok yaitu: kelompok sandang, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok perumahan, kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, dan kelompok transportasi dan komunikasi. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga.(*)

Posting Terkait