DBD Rambah Bandarlampung, 7 Warga Terserang

Seorang balita Fanisa Almira Wijaya, yang tinggal di RT 10 Lingkungan II, terserang DBD dan dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Kedaton.

BANDAR LAMPUNG – Tujuh warga Kecamatan di Bumi Waras, Bandar Lampung, terserang demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari hingga Februari 2019.

Siklus lima tahunan DBD di Kota Bandar Lampung mulai mewabah di Kecamatan Bumi Waras, khususnya Kelurahan Sukaraja.

Baca Juga:  Puskesmas Negara Batin Lakukan Fogging & Sosialisasi Pencegahan DBD di Lapas

Selama periode Januari hingga Februari, Puskesmas rawat inap Sukaraja mencatat tujuh warga terjangkit DBD di wilayahnya. Data terakhir seorang balita Fanisa Almira Wijaya, yang tinggal di RT 10 Lingkungan II, terserang DBD dan dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Kedaton.

Padahal tempat tinggal korban hanya berjarak kurang lebih seratus meter dari Puskesmas Rawat Inap Sukaraja.

Baca Juga:  Dinkes Pesawaran Antisipasi DBD

Keluarga Fanisa menilai petugas kesehatan lamban dalam menangani kasus DBD di wilayahnya padahal wilayah lain sudah melakukan tindakan pencegahan lewat fogging terlebih dahulu.

Sikap keluarga korban ini disesalkan oleh Kepala Puskesmas Sukaraja, Dokter Jhoni Effensyah, karena untuk menangani korban DBD dan melakukan fogging harus melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Sementara itu, gerak cepat Puskesmas Sukaraja merespon kasus Fanisa dinilai lamban oleh Paman Korban Niko Adrianto.

Baca Juga:  Status KLB DBD di Lampung Tunggu Respon Pemkab & Pemkot

“Fogging yang dilakukan oleh petugas tidak didahului sosialisasi sehingga pengasapan rumah-rumah warga tidak maksimal karena ada rumah yang kosong ditinggal warga bekerja,” ungkap Niko, Senin (11/2).

Niko juga menyesalkan fogging yang dilakukan tengah hari dan bukan pada pagi atau sore hari. Niko berharap fogging dilakukan secara merata dan meminta petugas puskesmas dapat mengedukasi masyarakat untuk aktif bersama-sama memberantas sarang nyamuk. (*)

DBD

Penulis: 
    author

    Posting Terkait