Dekranasda Way Kanan Dukung Perajin Pelapah Pisang

Dekranasda Way Kanan Dukung Perajin Pelapah Pisang

Dekranasda Way Kanan Dukung Perajin Pelapah Pisang.

WAY KANAN – KETUA Dekranasda Kabupaten Waykanan, Dessy Afrianti Adipati mendukung kegiatan pembuatan kerajinan dari pelepah pisang, kerajinan ini dinilai sangat hemat dan unik selain ramah lingkungan, bahan baku juga merupakan sampah perkebunan yang tidak terpakai kembali.

“Pelepah pisang yang hanya menjadi sampah saja, saat ini dapat di olah menjadi bahan utama berbagai kerajinan rumahan yang siap di pasarkan,” Uhjar Dessy, di lokasi pembuatan kerajinan pelepah pisang, di Kampung Sritunggal Kecamatan Buay Bahuga, Senin (19/3).

Dessy menjelaskan, dengan adanya kerajinan seperti ini, berarti pelepah pisang yang tadinya hanya sebagai sampah saat ini dapat di manfaatkan dan bisa di gunakan sebagai bahan baku utama pembuatan kerajinan tersebut.

Untuk membuat sebuah kreasi dari pelepah pisang, bahan utamanya harus di jemur sampai kering dan di bentuk sesuai dengan yang di inginkan.

“Alhamdulilah menambah satu kegiatan lagi para kader PKK yang ada di Kecamatan Buay Bahuga, semoga kegiatan terus berjalan dan bisa di promosikan di berbagai kegiatan dan event tingkat Provinsi dan Nasional,” katanya

Baca Juga:  Kerajinan Tangan Way Kanan Hadir di Pameran Internasional

Dessy menjelaskan, pada tahun 2017 lalu saya (ketua TP PKK, red) bersama dengan anggota lainnya melakukan kunjungan dan studi banding ke Provinsi Yogyakarta untuk melihat kerajinan tangan yang ada.

Dan di tahun 2018 ini Kecamatan Buay Bahuga telah mengaplikasikan kepada anggota TP PKK Kecamatan tersebut. Dengan adanya home industri dari pelepah pisang ini, dapat mengakat perekonomian masyarakat kampung khususnya ibu – ibu Kampung Sri Numpi Kecamatan Buay Bahuga.

Cikmawati pengerajin pelepah pisang asal Kampung Sukadana mengatakan, membuat kerajinan rumahan dari pelepah pisang ini harus membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi saat pembuatannya. Namun harga setiap produk hasil kreasi tersebut cukup murah.

Harga yang ditawarkan juga cukup bervariasi, mulai dari yang paling murah Rp 10 ribu, hingga untuk produk yang paling mahal seharga Rp 200 ribu.

Baca Juga:  Kerajinan Tangan Way Kanan Hadir di Pameran Internasional

“Untuk harganya sendiri tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya. Kalau untuk kotak tissue ini harganya Rp 45 ribu. Kalau untuk yang hanya berbentuk kertas saja, harga per item-nya hanya Rp 4 ribu saja. Sedangkan untuk yang berbentuk lemari penyimpanan, karena memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi saat pembuatannya kisaran harga per satu itemnya mencapai Rp 200 ribu,” Kata Cikmawati, pengerajin pelepah pisang

Ia menambahkan, melalui pembuatan berbagai produk tersebut, saat ini dapat berdampak positif bagi kader PKK Kecamatan Buay Bahuga. Selain menambah penghasilan mereka, setiap kader juga bisa mengasah daya kreativitasnya dengan membentuk berbagai produk sesuai dengan keinginannya.

“Kader sangat antusias saat kami ajak untuk membuat berbagai produk berbahan dasar pelepah pisang ini. Mereka bisa menambah penghasilan keluarga serta dapat mengisi waktu luang yang mereka punya dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat ini,” ujarnya

Baca Juga:  Kerajinan Tangan Way Kanan Hadir di Pameran Internasional

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, dan Perdagangan, Kabupaten Waykanan, Imanto mengatakan mendukung kegiatan warga yang merupakan pengrajin usaha rumahan.

“Untuk memajukan industri rumah tangga, kita terus memberikan dukungan serta membuka akses jalan mendorong pengrajin dapat memperkenalkan produk diluar daerah,” ujar Imanto.

Ia menambahkan, Bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Waykanan guna memajukan industri rumah tangga, pihaknya telah menerima keluhan apa yang di rasakan oleh pengrajin pelepah pisang, guna mensuport dan mendorng agar kegiatan ini dapat berjalan secara terus menerus.

“Makanya, kita akan terus memberikan suport dan dukungan kepada ibu – ibu PKK yang memiliki keterampilan dan dapat mefasilitasi agar setiap kerajinan yang di lakukan dapat di promosikan di luar – dalam Kabupaten, termasuk di pusat perbelanjaan,” katanya. (*) 

488 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Dekranasda Way Kanan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan