Demi Motor Nekat Bunuh Merdi

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG– Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Merdi Irawan (17) yakni pasangan suami istri Agus Nawi (22) dan Rita (22) warga Tulungbuyut, Negeriagung, Waykanan pada Minggu ( 8/10) sekitar pukul 16.00 Wib. Polisi melumpuhkan Agus dengan timah panas dikarenakan ketika ditangkap akan melarikan diri.

Barang bukti yang disita berupa satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna biru tahun 2016, satu buah handphone merk Advan warna putih, satu buah palu warna bergagang warna hitam, satu potong kaos warna hitam milik korban, jaket kulit warna biru, satu potong celana panjang jeans coklat milik korban, satu lembar tikar bergambar liverpool, satu lembar karung warna putih, dan satu gulung kabel listrik warna putih.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan jajaran Reskrim Polsek Kedaton dan Polresta berhasil mengungkap pembunuhan berencana. “Kita melakukan penangkapan selama tiga mingguan,” ungkap dia kepada wartawan Selasa (17/10).

Masih kata dia, motifnya sakit hati dan kebutuhan ekonomi, pelaku membutuhkan sepeda motor untuk pulang kampung. “Modusnya pelaku mengajak ke kontrakan dengan melakukan pemukulan kepada korban menggunakan palu. Tersangka teman lama dari korban,” ujarnya.

Pelaku, lanjut Kapolres, melakukan pembunuhan berencana. “Korban masih dibawah umur kelas III SMP. Laki semua (yang melakukan pembunuhan, red),” tuturnya.

Istri pelaku, kata Murbani, juga merencanakan pembunuhan. “Dia mengambil motornya untuk pulang kampung. Ditangkap dikampungnya,” jelasnya.

Agus mengaku membunuh korban karena membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-harinya. “Butuh uang buat istri dan saya,” tuturnya.

Dia pun melarikan diri ke kampungnya Tulungbuyut ,Waykanan (Kerumah orang tua) kerja deres (karet, ed),” ujarnya.

Keduanya kini menginap di sel Mapolsek Kedaton, Balam. Akibat perbuatannya keduanya dikenakan pasal 340 KUHP Subsidair 338 KUHP subsidair 365 ayat (3) KUHP dan pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Diketahui, pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban Merdi Irawan pada Minggu, 24 September 2017 sekitar pukul 16.00 Wib di dalam kontrakan di Jalan Kapten Abdul Haq Gang Hamid Rajabasa, Balam. Pelaku meminta korban datang ke kontrakannya dan langsung membunuh korban dengan memukul kepalanya menggunakan besi hingga meninggal. (*)

Dibunuh

Posting Terkait