Desa Kebagusan Lestarikan Kuda Lumping

Seni Tradisional Kuda Lumping

Kuda Lumping. (net)

PESAWARAN – DI era teknologi maju saat ini, budaya dan tradisi warisan leluhur perlahan-lahan sudah semakin terkikis.

Seperti kesenian tradisional kuda lumping  yang berada di Dusun Way Layap II Desa Kebagusan , Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Kebudayaan warisan nenek moyang ini nyaris punah.

Menjawab tantangan tersebut, beberapa pemuda setempat berupaya melestarikan kesenian ini dengan  menampilkannya saat acara pernikahan, khitanan, dan lain-lain.

Baca Juga:  Kerasukan Kuda Lumping

Ketua Sanggar Gombal Gambul, Larasati Joko, mengatakan pihaknya akan terus berupaya melestarikan kesenian kuda lumping yang menurutnya salah satu warisan nenek moyang dan kekayaan kesenian yang dimiliki oleh Indonesia.

“Saya berharap organisasi kesenian ini bisa berkembang lebih maju lagi, dan tetap lestari sampai anak cucu. Saya juga mengajak kepada generasi muda untuk tidak malu mempertahankan warisan budaya ini,” katanya, Selasa (9/1).

Baca Juga:  Kerasukan Kuda Lumping

Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah setempat turut serta membantu perkembangan kesenian tradisional kuda lumping ini.

“Selama ini, kami secara swadaya dalam mengadakan peralatan maupun kostum saat tampil. Karena itu alangkah baiknya kalau ada perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebagusan Tohir mengatakan, kesenian kuda lumping  ini memang harus dilestarikan mengingat pada masa saat ini, kebudayaan tersebut hampir punah.

Baca Juga:  Kerasukan Kuda Lumping

“Saya berharap kesenian ini tumbuh dan berkembang di Desa Kebagusan, kami akan dukung penuh agar bisa berkembang lagi dan menjadi ciri khas bangsa ini,” tegasnya.

Dirinya juga berjanji, akan memberikan perhatian lebih terhadap kesenian kuda lumping yang ada di desanya.

“Ya mereka bisa mengajukan proposal ke desa, apa kekurangan di paguyubannya tersebut, insya Allah akan kita kabulkan, walaupun tidak bisa sekaligus,” pungkasnya. (MH/PS)

Desa Kebagusan Kuda Lumping

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan