Devi Laporkan Mantan Bos ke Polisi

Ist

KOTABUMI-Tidak terima dengan perbuatan mantan bosnya yang melecehkannya, Devi Sulistiani (21) melap‎orkan perbuatan sang bos Edi Saputra (50) tersebut ke Polres Lampung Utara (Lampura), Senin (21/8).

Laporan dugaan pelecehan ini tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan dengan nomor : STPL/682/B-1/VIII/2017/POLDA LAMPUNG/SPKT RES LU tertanggal 21 Agustus 2017.

Devi yang didampingi oleh ibunya, Santri Yani (43) menuturkan, pelecehan terhadapnya terjadi tak lama setelah ia bekerja di loket bus Damri yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera, Desa Tanjungmulyo, Abung Selatan. Saat itu, Edi yang masih terbilang tetangganya telah menunjukan gelagat‎ yang tidak baik padanya.

Berulang kali Edi mencoba untuk meraba-raba tangan atau pahanya. Namun, ia terus menepis tangan pelaku sembari memarahinya. Perbuatan itu dilakukan pelaku saat ia dan pelaku yang memang bekerja di dalam loket duduk berdekatan.

Baca Juga:  Dua Pelaku Pelecehan Seksual Diringkus

Puncaknya, pada Jum’at (18/8) pagi, pelaku meraba tangan dan pahanya. Tak cukup sampai di situ, ‎pelaku nekad mencium pipi korban dengan cara memegang kepala korban secara paksa. Mendapat tindakan tak senonoh itu, korban pun memarahi pelaku.

Ternyata, amarah korban tak mampu menyurutkan birahi yang sedang melanda pelaku. Pelaku terus berupaya menggoda ‎korban dengan cara mengelus punggung korban. Korban pun tak tinggal diam dan segera menghubungi ibunya untuk menjemputnya dari loket bus. “Saya langsung telpon ibu untuk menjemput saya dari situ,” terangnya.

Baca Juga:  Oknum Guru Tega Cabuli 42 Murid

Di tempat sama, Santri Yani mengaku tak pernah menyangka bahwa pelaku berani berbuat tak senonoh kepada putri sulungnya. Sebab, jarak rumah pelaku dan rumahnya hanya dipisahkan oleh dua rumah saja. “Saya enggak nyangka dia berani berbuat gitu kepada putri saya karena kami sudah lama kenal dan bertetanggaan,” ‎kata dia.

Santri mengatakan, ia terpaksa menyarankan putrinya untuk melaporkan perbuatan Edi ke pihak kepolisian agar yang bersangkutan tak lagi mengulangi perbuatannya kepada karyawan baru lainnya. “Saya mau dia kapok dan jera. Jangan sampai terulang lagi kejadian ini dengan karyawan lainnya di kemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga:  Dua Bocah Disodomi Petugas Kebersihan

Di sisi lain, Edi ketika dihubungi melalui ponselnya membantah semua tuduhan yang dialamatkan padanya. ‎Menurutnya, ia tak pernah melakukan perbuatan itu. Yang benar menurutnya ialah ia secara tak sengaja menyenggol tangannya karena sedang mengajarkan korban mengoperasikan laptop.

“Ya enggak mungkinlah. Kita kan kerja nih. Kerja di loket, meja kita satu, hanya mengajarkan dia laptop dengan menyenggol tangan. Jadi untuk yang lain, tak seperti itu.‎ Saya enggak merasa sih (mencium atau meraba korban),” kilah dia. (RI/IV)

Pelecehan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan