Dewan Pakar Partai Golkar: Kader yang Jadi Beban Perlu Dirapikan

Arinal Djunaidi

Ketua Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi.

BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menilai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, harus segera merevitalisasi partai untuk penguatan internal dalam menghadapi momentum politik pada 2018 dan 2019.

Menurut dia, kader yang menjadi beban partai perlu di-rapi-kan agar tidak menimbulkan infeksi kepada kader yang lain.

“Kader yang jadi beban perlu di-rapi-kan agar tidak menimbulkan infeksi sehingga harus tegakkan penghargaan dan ganjaran kepada para kader,” ujarnya seperti dikutip dari Warta Ekonomi, Jumat (15/12/2017).

Wakil Ketua MPR itu menilai Airlangga juga harus melakukan konsolidasi menyeluruh sampai ke bawah, membuat target politik dan peta politik sekarang, dan berapa suara yang akan dicapai.

Langkah itu menurut dia harus bergerak cepat karena Airlangga tidak punya waktu lama dan menjadi pertaruhan bagi Airlangga.

Namun Mahyudin percaya, Airlangga merupakan sosok yang bersih sehingga ketika menjadi Ketum Golkar, dapat memberikan citra dan opini positif bagi partai.

Hal senada juga disampaikan Indra Karyadi selaku Ketua Forum Penyelamat Kewibawaan Partai Golkar Lampung (FPKPGL).

Indra Karyadi berharap DPP secepatnya menggelar Munaslub sehingga Partai Golkar Lampung juga bisa segera menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

Belum lama ini FPKPGL mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung agar tidak memproses pendaftaran Arinal Djunaidi untuk maju sebagai calon kepala daerah (calonkada) melalui rekomendasi partai berlambang pohon Beringin pada pilub 2018 mendatang.

“Dalam pemberian rekomendasi calon gubernur (cagub) Lampung kepada Arinal Djunaidi, saya yakin pasti berubah seiring adanya Musdalub,” ujarnya beberapa waktu lalu.

“Partai Golkar Lampung masih ada sengketa tentang pilkada. Artinya rekomendasi Partai Golkar itu bermasalah dan telah dua kali disidangkan di Mahkamah Partai Golkar. Jadi, kita di sini ingin memberi tahu KPU supaya tidak memproses pencalonan personal Arinal Djunaidi sebagai cagub yang direkomendasikan Partai Golkar,” lanjutnya.

Sementara itu, DPD II Partai Golkar Lampung Selatan juga turut mempertanyakan soal penetapan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung.

Menurut mereka, penetapan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur Lampung memiliki banyak cacat secara aturan organisasi.

Ada beberapa aturan organisasi partai yang tidak dilakukan dalam mekanisme penentuan calon gubernur.

“Ini kan masih ada waktu untuk melakukan evaluasi. Kami berharap nantinya DPP hasil Munaslub bisa melakukan evaluasi. Karena kami melihat banyak aturan-aturan partai yang dilanggar dalam penetapan calon gubernur Lampung,” terang Rusman, salah satu kader Partai Golkar. (*)

Posting Terkait