Di Balik Klaim Slamet Petok (Bagian I)

Riwayat Slamet Riadi Tjan: Kontraktor Asal Lampung, Residivis Tipikor hingga Manipulator Saksi KPK (Bagian II)

Slamet Riadi Tjan berkaca mata sedang berswafoto di meja makan. Foto: Istimewa

Fajarsumatera.co.id – Selamat Riady Tjan atau Slamet Riadi Tjan atau Slamet Petok menyampaikan sejumlah klaim atas publikasi media massa yang mencantumkan namanya.

Klaim itu disampaikannya dengan cara pergi ke Kantor PWI Kota Metro. Di sana ia mengundang pewarta agar keterangannya dapat dipublikasikan.

Lewat publikasinya yang kemudian secara tertulis diterima redaksi fajarsumatera.co.id menyebutkan bahwa ia tidak pernah ada keterlibatan dalam pengerjaan proyek yang disangkakan pada pemberitaan yang beredar.

Baca Juga:  'Makelar Kasus' di Perkara Korupsi Jilid II Lampung Selatan

Ia juga menyangkal bahwa KPK sudah memeriksanya. Ia mengatakan seluruh media yang melakukan publikasi ke publik dengan membawa-bawa namanya telah merugikan dirinya dan keluarganya.

Klaim ini berlangsung pada Jumat, 8 Januari 2021.

Menyikapi itu, Ketua Presidium Persatuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia [PERMAKI] Mustofa Ali mendorong agar klaim Slamet Riadi ini diperhatikan lebih jeli.

Sebab menurut Mustofa, keberatan dan penilaian Slamet Riadi atas pemberitaan yang dirasanya merugikan namanya agar tidak hanya dilayangkan ke media massa saja.

Baca Juga:  Di Balik Klaim Slamet Petok (Bagian II)

Slamet Riadi disarankan agar menggugat KPK, sebab KPK adalah pihak yang membuat pernyataan di awal. Slamet Riadi diharapkan agar mampu melihat konteks publikasi yang menyebar. Jika ada yang ingin dipersalahkan, KPK adalah pihak itu, nilai Mustofa.

“Kita dorong agar yang bersangkutan melakukan gugatan kepada KPK. Sebab yang bersangkutan juga menyatakan dirinya tidak pernah diperiksa dan tidak punya kaitan dengan penanganan kasus yang sedang ditangani KPK.

Baca Juga:  'Makelar Kasus' di Perkara Korupsi Jilid II Lampung Selatan

Jadi gini, media yang memberitakan dugaan keterlibatan yang bersangkutan tidak hanya media yang berdomisili di Lampung, tapi ada juga publikasi dari media di Jakarta.

Artinya publikasi ini sangat luas. Ini yang kemudian kita harap, agar yang bersangkutan juga menggugat KPK,” saran Mustofa Ali saat dihubungi reporter, Sabtu, 9 Januari 2021.

Bersambung…

Slamet Petok Slamet Riyadi

Posting Terkait