Di Kantor MUI, Sri Mulyani Paparkan Manfaat Pembiayaan dari Sukuk

Menkeu Sri Mulyani melakukan kunjungan silahturahmi ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa 22 Mei 2018 (Foto: Istimewa)

Jakarta – Keuangan berbasis syariah harus terus diperbaiki dan diperkuat manfaatnya. Apalagi Indonesia dengan negara penduduk muslim terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani lewat akun media sosial Facebooknya, seperti ditulis Rabu (23/5/2018).

Ia menyampaikan hal tersebut terkait kunjungan silahturahmi ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada kunjungannya ke kantor MUI, Sri Mulyani juga bertemu dengan Ketua Dewan Pimpinan MUI KH Ma’ruf Amin beserta para pengurus Pimpinan Harian MUI dan pimpinan Komisi/Badan Lembaga MUI.

Baca Juga:  Sri Mulyani Dukung KPK Bersihkan Korupsi di Kemenkeu

Sri Mulyani menulis, saat kunjungannya ke kantor MUI, dirinya menyampaikan sepintas mengenai pelaksanaan APBN 2018 hingga April 2018. Penerimaan negara sampai April 2018 sangat bagus sehingga defisit pada April 2018 sangat kecil, hanya separuh bila dibandingkan bulan sama pada 2017.

“Ini menunjukkan APBN yang makin sehat,” tulis Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menjelaskan mengenai perkembangan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Saat awal diterbitkan pada 2008, penjualan SBSN hanya sebesar RP 4,7 triliun. Saat ini SBSN sudah mencapai Rp 884,3 triliun.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Kritisi Kinerja Kementerian Perhubungan

“Selama satu dekade, SBSN telah menjadi instrument pembiayaan dan investasi syariah yang penting, serta turut berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur di Tanah Air,” tulis Sri Mulyani.

Selama 2013-2017, SBSN/sukuk telah dimanfaatkan untuk membiayai beberapa proyek besar antara lain pembangunan jalan dan jembatan di 30 provinsi, pembangunan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, Sulawesi, pembangunan 328 proyek sumber daya air (bendungan, irigasi, penyediaan dan pengelolaan air tanah).

Kemudian pembiayaan sukuk juga digunakan pengembangan dan revitalisasi Asrama Haji di 24 lokasi, pembangunan dan rehabilitasi 701 Kantor Urusan Agama (KUA), Manasik Haji serta pembangunan, dan pengembangan 32 madrasah.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Ajak Mahasiswa IAIN Jadi Pakar Keuangan

“Hal lain yang kami bahas adalah mengenai zakat, wakaf, dana haji, kredit UMKM dan kredit Ultra Mikro, dan juga beasiswa LPDP yang diberikan kepada santri baik yang sekolah di dalam maupun luar negeri,” tulis Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyatakan, Kementerian Keuangan siap membantu dan akan terus mendukung kinerja MUI. “Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, keuangan berbasis syariah harus terus diperbaiki dan diperkuat yang manfaatnya nanti akan kembali dinikmati oleh umat muslim Indonesia,” tulis dia, seperti yang dilansir dari liputan6.com. (net/hp)

359 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Menkeu Sri Mulyani

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan