Diduga Kakon Gelapkan Uang ADP

Ilustrasi

PRINGSEWU – Oknum kepala pekon (Kakon) disoal terkait pembangunan balai pekon yang dianggarakan dari APBD Kabupaten Pringsewu, diduga Ismadi (Kakon) Tritunggal Kecamatan Adilewih, Syarat akan korupsi dalam pengelolaan Anggaran Dana Pekon (ADP) tahap ke 2 (dua) yang anggaran tahun 2016.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan Balai Pekon yang diperkirakan menelan anggaran 100 juta, akan tetapi, pada praktiknya pembangunan balai pekon belum juga direalisasikan. diduga kuat dana tersebut digunakan untuk kepentingan sendiri.

Pasalnya, pembangunan balai pekon dengan menyerap ADP tahap ke 2 tersebut. sehingga sampai september tahun 2017 tidak ada satupun orang yang tahu, kalau oknum kakon mengelapkan APD 2016 tahap ke 2 tersebut. Ismadi merasa terkejut saat dikonfirmasi Harian fajar Sumatera. selasa, (12/9). Dalam halini untuk mengklaripikasi terkait pembangunan Kantor pekon yang seharusnya selesai akhir 2016 yang lalu.

Baca Juga:  KPPK Awasi Dana Desa

Menurut Ismadi memang benar ADP 2016 tahap ke 2 belum ada pembangunan. karena, uangnya terpakai dan dirinya akan melakukan pembangunan ditahun ini.

“ADP 2016 tahap ke 2 akan saya realisasikan tahun ini juga, tidak mungkin saya menyalahgunakannya. penyebab terlambat karena ada persoalan lain sehingga sampai sekarang belum dibangunkan,” Kata Ismadi saat dihubungi wartawan koran ini melalu telpon genggamnya.

Namun saat ditanyakan, Apakah Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) T.A 2016 sudah dibuat apa tidak, dengan gamblang Ismadi menjelaskan bahwa, LPJ pembangunan kantor pekon Tritunggal walupun belum direalisasikan. LPJ sudah selesai dan sudah diserahkan ke Dinas Pemberdayaaan Masyarakat dan pemerintahan pekon (DPMPP) Kabupaten Pringsewu

Baca Juga:  Tekan Korupsi, KPK Dorong Sistem e-Planning dan e-Budgeting

“Terkait LPJ tersebut, Ya, itu kesalahan saya. jangan juga bawa siapapun dalam persoalan dan saya salah kerena saya sudah bahwa  LPJ pembangunan Kantor pekon yang menggunakan ADP 2016 tahap ke 2, sementara pembangunannya belum sama sekali dikerjakan,” Pungkasnya langsung mematikan telepon miliknya.

Mengetahui ada kakon diwilayahnya bermasalah terkait pengelolaan ADP 2016 tahap ke 2 yang diperuntukkan pembangunan kantor pekon.

Sangat disayangkan oknum kepala pekon yang sengaja melakukan KKN dengan menyulap bangunan pekon dalam LPJ. Akan tetapi fisik pembangunan balai pekon tidak ada.

Baca Juga:  KPK Janji Usut Kasus Satono

Terkait LPJ Fikitif tersebut sudah dan diterima dinas terkait mendapatkan tanggapan dari Camat Adilewih Hanifudin, (dia red) meminta kepada harian fajar Sumatera agar jangan memberitakan. dirinya juga berharap ini bisa diselesaikan dalam waktu dekat tiga hari kedepan pihaknya akan turun langsung ke pekon Tritunggal untuk mengecek kebenarannya, direalisasikan atau tidak ADP 2016 tahap ke 2 tersebut.

“Saya tidak tahu sama sekali, kalaupun pekon Tritunggal tidak merealisasikan ADP 2016 yang diperuntukan pembangun kantor pekon, coba saya minta waktu besok atau lusa akan saya cek langsung ke lokasi “Pungkasnya.(DN)

1,529 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Korupsi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan