Dinas Perkebunan Way Kanan Adakan Bimtek Petani Lada

Ilustrasi. (Ist)

WAY KANAN – DINAS Perkebunan Kabupaten Way Kanan mengadakan Bimbingan Teknis Pengembangan Pemberdayaan Kelembagaan Petani Lada di Kampung Bengkulu Kecamatan Gunung Labuhan, Jumat (27/4/2018). Kegiatan ini diikuti 35 Kelompok Tani Lada se-Way Kanan, dan penting bagi kelangsungan petani lada dan pengembangan produksi.

“Agar bisa meningkat hasil panennya serta harga jual juga bertambah,” ujar Bani Aras selaku Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan.

Provinsi Lampung terkenal sebagai penghasil utama lada yang mempunyai peranan penting dalam perdagangan lada nasional.

Dan Way Kanan dengan area pertanian lada seluas 3.872 hektare mampu menghasilkan 413 ton lada.

Namun sangat disayangkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pengurangan luas lahan pertanian lada akibat faktor kekeringan, serangan penyakit, hama penggerek batang dan buah.

“Serta konversi areal lada menjadi kebun sawit dan karet,” ujar Bani Aras.

Sehingga bimbingan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani lada.

“Saya ingin anggota yang mengikuti sekolah lapangan ini benar-benar serius mengikuti kegiatan sampai selesai,” ujarnya.

Dinas Perkebunan akan selalu berupaya mendorong petani lada agar Kabupaten Way Kanan menjadi penghasil dan penyumbang lada terbesar di Provinsi Lampung.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Usaha, Rohim, mengatakan upaya mewujudkan peningkatan hasil produksi perkebunan adalah dengan mengatasi berbagai macam masalah yang dihadapi.

Seperti penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan perkebunan lada.

“Dari segi kualitas, lahan kita sudah mengalami degradasi yang luar biasa dari sisi kesuburannya akibat dari pemakaian pupuk anorganik atau kimia,” kata Rohim.

Para petani lada beranggapan penggunaan pupuk kimia yang semakin banyak akan meningkatkan produksi lada.

“Akan tetapi dari waktu ke waktu, bukannya meningkat malah semakin menurun hasil produksinya,” timpal Rohim.

Semoga dengan pelatihan ini, lanjut dia, kelompok tani bisa mengambil hikmahnya, penggunaan pupuk anorganik atau kimia dapat merusak kesuburan tanah dan pohon lada.

Tanaman lada untuk tumbuh dan berproduksi secara baik, membutuhkan unsur hara yang relatif banyak.

Sehingga diperlukan penggunaan pupuk organik dan pestisida yang ramah lingkungan.

“Agar tetap dapat berproduksi secara optimal,” pungkas Rohim.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani Lada, Rahmat Sentosa Marsan, mengatakan setelah sekolah lapangan ini selesai diharapkan ada pembinaan kembali terhadap kelompok petani lada.

“Kegiatan seperti ini jangan sampai putus, sehingga petani lada bisa terus mengembangkan tanamannya di Way Kanan,” ujarnya. (MR)

Dinas Perkebunan Way Kanan Petani Lada

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan