Dinkes Tulangbawang Dinilai Tak Serius Tekan Stunting

Kadiskes Tulangbawang Fatoni | Foto: Murni/Fajar Sumatera

MENGGALA,-Kabupaten tulangbawang dinilai belum layak mendapatkan Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) lantaran persoalan stunting menjadi momok serius di kabupaten berjuluk Say Bumi Nenggah Nyappur.

Bahkan menurut Informasi yang beredar kabupaten tulangbawang urutan ketiga tertinggi selampung dengan nilai 33% persoalan Stunting.

Andriono masyarakat Tulangbawang mengungkapkan, sepertinya Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak serius menyikapi hasil riset pemerintah yang nyatakan jika persoalan stunting masih tinggi.

Baca Juga:  Stunting Hantui Anak di Lampung Tengah

Padahal, bebernya, persoalan stunting telah terjadi sejak lama namun hingga kini tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemkab Tuba.

“Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang terlihat lebih pendek dari anak seumuranya ditulangbawang kemungkinan banyak terjadi sehingga kita dinobatkan urutan ketiga tertinggi, tapi heranya saya belum melihat upaya pencegahan yang dilakukan pemkab padahal saat ini pemkab sedang mengejar Predikat KLA,” ujarnya, Selasa (25/2).

Baca Juga:  Lamtim, Lamsel dan Lamteng Darurat Stunting

Untuk itu dirinya berharap agar Pemkab Tulangbawang dapat segera berupaya dengan melakukan sosialisasi, serta pemenuhan gizi pada Ibu hamil dan anak agar angka stunting bisa diturunkan atau dihilangkan.

“Sehingga program bupati mendapatkan predikat KLA bisa diraih, walaupun stunting bukan barometer namun tetap akan menganggu apa yang menjadi program prioritas,” ingatnya.

Sementara salah satu Pegawai Dinkes yang namanya dirahasiakan dalam perbincanganya membenarkan jika Kabupaten Tulangbawang urutan ketiga tertinggi stunting.

Baca Juga:  Peneliti UI Buktikan Anak Perokok Berisiko Alami Stunting

“Itu benar menurut pemprov, tapi salah menurut kami. Sebab kami telah lakukan sweeping di seluruh wilayah dengan melibatkan tenaga medis ahli gizi kasus stunting tidak sebesar itu, malahan dikabupaten lebih rendah dan semua data-data kami punya,” tegasnya.

Sementara Kadiskes Fatoni menjelaskan, jika pihaknya belum bisa berkomentar lebih jauh lantaran seluruh data-data dari seluruh puskesmas setulangbawang masih dalam proses perbaikan.

“Nanti saja saya kabarin kalau datanya sudah fix,baru saya jelaskan,,”singkatnya (MR)

Dinkes Tulangbawang Stunting

Posting Terkait