Disdag Lampung Sosialisasikan SRG

BANDARLAMPUNG – Guna menjaga stabilitas harga komoditas, Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung, Beserta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapeppti), dan Kementerian Perdagangan RI. Akan mensosialisasikan pasar lelang sekaligus Sistem Resi Gudang (SRG) di Bandarlampung.

“Banyak komoditi yang dapat masuk ke SRG seperti jagung, beras, kakao, kopi dan karet. Kualitasnya cukup baik dan potensi pangsa pasar sangat menjanjikan,maka kita wajib menjaga kesetabilan harga komoditas adanya SRG oleh pemerintah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia, Kamis (27/7).

Ia mengatakan, terdapat 7 SRG yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan yang tersebar di Lampung. Sayangnya akibat belum ada rantai koordinasi yang kuat antar pemerintah daerah, pemanfaatannya dirasa belum maksimal. Padahal sebagian besar gudang yang dibangun sejak tahun 2012 lalu itu berperan besar menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

Baca Juga:  Sistem Resi Gudang Terganjal SDM

“Ya di Lampung ada 7 gudang yang dibangun oleh pemerintah melalui Kemendag RI,tapi pemda setempat belum adanya keseriusan dalam pemanfatannya. Kami berharap pemkab bisa meningkatkan koordinasi dalam pemanfatan SRG,” paparnya

SRG sendiri, memiliki potensi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, karna SRG terintegrasi dengan program ketahanan pangan dan perdagangan dari pemerintah pusat. “SRG dapat meningkatkan nilai tambah dan memangkas pola perdagangan komoditas pertanian lewat tengkuk sehingga hasil panen petani meningkat harga jualnya,”katanya

Sementara itu, Ketua panitia Andrian Syarief, menambahkan, dasar pelaksanaan kegiatan bersumber dari DIPA Disdag nomor 02.3.129069/2017 yang merujuk pada peraturan pemerintah daerah.

Tujuan kegiatan untuk sosialisasi ini menurutnya guna meningkatkan pemahaman para pelaku usaha, petani pedagang maupun pengepul tentang pasar lelang dan fungsi gudang. “Pemanfaatan gudang belum  maksimal, padahal pemerintah tidak hanya membangun gudang tapi sistemnya bertujuan menjaga komoditas agar harga tetap stabil,” singkatnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Kembali Aktifkan Resi Gudang

Untuk diketahu, sesuai mandat Presiden Joko Widodo untuk menjaga pasokan pangan Nasional kini lebih mudah dilakukan. Kementerian Perdagangan berhasil mengembangkan sistem Pasar Lelang Komoditas (PLK) Terpadu yang berbasis internet dan terintegrasi dengan Sistem Resi Gudang (SRG). Jika diterapkan secara nasional, sistem ini dapat membantu pemerintah dalam menjaga pasokan pangan komoditas. Implikasinya dapat menekan tingkat inflasi.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Menurutnya,

Menurut Mendag, sistem lelang online yang didukung dengan integrasi Sistem Informasi Resi Gudang dan Sistem Informasi Harga akan menghilangkan batasan-batasan dalam perdagangan komoditas. “Cakupan pasar lelang menjadi lebih luas dan bersifat nasional dapat memunculkan pembentukan harga yang lebih baik dan transparan serta menciptakan efisiensi mata rantai perdagangan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Kembali Aktifkan Resi Gudang

Integrasi SRG dan PLK pada dasarnya dapat membangun jaringan di seluruh gudang SRG, memperpendek mata rantai pemasaran yang panjang, dan mengatasi kendala jarak maupun waktu. “Hal ini akan mendefisiensikan pemasaran dan membuka akses pemasaran bagi petani, dari yang semula lokal menjadi nasional,” ungkap Mendag.

Dikatakannya, integrasi ini dapat meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar lokal ataupun global, mencukupi kebutuhan pangan antardaerah, serta mengoptimalkan nilai jual komoditas yang ditransaksikan sehingga pendapatan petani/produsen akan lebih meningkat.(ZN)

Sistem Resi Gudang

Posting Terkait