Disdik Tulangbawang Diduga Pungli Bantuan Laptop

Foto: ilustrasi/ist

MENGGALA – Program Bupati Tulangbawang (Tuba) Hj Winarti menyalurkan bantuan 1000 laptop untuk para guru se-Tulangbawang dijadikan lahan Bisnis pungli oknum Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Alih-alih gratis nyatanya para guru yang mendapatkan laptop harus merogoh kocek sebesar Rp150.000, sesuai permintaan untuk disetorkan kepada Disdik melalui oknum Kabid Sarana Prasarana (Sarpras) KLM dan ketua MKKS SRI sebagai biaya ucapan terima kasih selebihnya untuk biaya para staf Disdik yang capek ngurusi bantuan.

Dari hasil upeti laptop sudah pasti Disdik meraup keuntungan ratusan juta, akumulasi dari 1000 unit Laptop  x Rp150.000= Rp150 Juta nilai yang lumayan fantastis untuk sebuah bantuan.

Baca Juga:  SMPN 3 Gununglabuhan Diduga Pungli

Saat ditemui Kadisdik Tulangbawang Nazaruddin melalui Kabid Sarpras KLM awalnya tidak mengubris pertanyaan adanya permintaan upeti dalam pembagian Laptop.

KLM hanya menjelaskan jika untuk pembelian  1.000 laptop menghabiskan anggaran sebesar 5 milyar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019.

“Paketnya ditenderkan kita pakai E-Katalog perusahaan langsung dari jakarta dengan Harga satuan 4.950.000 perunit Merk HP,ditambah ongkos kirim perunit dikenakan biaya Rp. 50.000,jadi total perunit Rp. 5 Juta,” paparnya.

Namun usai wawancara, KLM mendekat dan berbisik jika dirinya tidak menampik adanya sejumlah pungutan terhadap para guru penerima bantuan Laptop.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan SF Tersangka Pungli

“Benar ada pungutan tapi tidak sebesar itu apalagi sampai Rp150 ribu, saya hanya katakan silahkan minta seikhalsnya saja jangan sampai membebani para guru toh uang yang dikumpulkan nantinya bukan buat saya sendiri tapi untuk semua tim yang sudah bekerja,” akunya.

Menurutnya Tim yang dirinya maksudkan adalah tim seleksi dan verifikasi yang dibentuk oleh Kadisdik yang bertugas mengurus segala keperluan administrasi.

“Jadi tim itulah yang tentukan siapa saja guru yang layak diberikan bantuan laptop, diperkuat dengan laporan kepada Bupati Winarti jadi uangnya itu buka untuk saja saja akan tetapi untuk semua di Disdik yang terlibat dalam pemberian bantuan laptop, “tukasnya.

Baca Juga:  3 Terdakwa Pungli Prona Waykanan Terancam 5 Tahun Penjara

Sementara dihubunggi terpisah Ketua MKKS, SRI membantah jika dirinya memberlakukan pungutan terhadap para guru penerima bantuan laptop.

Menurut SRI itu merupakan fitnah yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Saya tidak pernah ngomong atau bicara dengan para guru penerima laptop apalagi meminta sejumlah uang, wewenang saya apa saya ini juga guru bahkan penerima bantuan dalam hal pembagian laptop tidak ada keterlibatan MKKS,jadi saya tegaskan saya tidak pernah lakukan pungutan apapun terhadap guru penerima laptop, “pungkasnya. (MR)

Bantuan Laptop Disdik Tuba Pungli

Posting Terkait