Disperindag Pesawaran Kangkangi Perda

Gedongtataan – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pesawaran, bingung mendengarkan tanggapan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten setempat yang tak seirama.

Hal ini disampaikan ketua Pansus peningkatan PAD Kabupaten Pesawaran, Hipni Idris, setelah melakukan hearing dengan dinas terkait.

“Bagaimana kami ingin menyimpulkan masalah ini, sedangkan penjelasan antara Kadis nya, Kabid nya, Keuangannya, dan para KUPT Pasarnya saja berbeda-beda,” jelasnya, Jumat (12/10).

Menurutnya, pihak Pansus telah menetapkan 2 miliar PAD yang harus di peroleh oleh Disperindag dalam 1 tahun, mengingat tingginya potensi kebocoran PAD pada retribusi pasar.

“Setelah kami mengevaluasi langsung kelapangan, angka 2 miliar itu sudah cocok kalau kita bebankan sebagai PAD kepada mereka,” ungkapnya.

Hipni juga menilai, bahwasannya pihak Disperindag tidak menjalankan Perbup dan Perda, karena mereka menarik retribusi para pedagang asal asalan.

“Seharusnya penarikan itu sesuai dengan Perbup dan Perda, sedangkan kenyataan dibawah, mereka tidak menggunakan peraturan tersebut, berartikan mereka telah mengangkangi peraturan yang sudah ada,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Disperindag) Sam Herman mengakui hearing dengan Pansus peningkatan PAD Kabupaten Pesawaran meminta tahun 2019 PAD pasar bisa tembuskan 2 milyar.

“Pansus meminta tahun 2019 PAD pasar bisa tembus 2 milyar,” singkatnya. (MH/PS)

Pansus DPRD Pesawaran

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan