DKP Lampung Kecam Penangkap Ikan Perusak Lingkungan

Ilustrasi (ist)

BANDARLAMPUNG, FS – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung mengecam para penangkap ikan dinilai sembarangan dalam melakukan penangkapan ikan, dengan tidak memperhatikan lingkungan serta merusak ekosistem laut, pasalnya saat ini bahan baku tepung ikan sudah semakin sulit kita temukan.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Toga Mahaji menyayangkan tindakan dari nelayan-nelayan yang semena-mena dan tidak selektif dalam melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan.

“Aturan sudah ada, bahwa menangkap ikan itu harus menggunkan alat yang ramah lingkungan, alat trol itu tangkapannya banyak tapi tidak ramah lingkungan, dia sekali nangkap banyak, tidak selektif, karang pun dia tarik, telur ikannya, benih-benih yang tidak ada gunanya juga ditarik. Itu akan berpengaruh ke bahan baku tepung ikan,” kata Toga, Selasa (4/4).

Baca Juga:  Kapolri Perintahkan Jajarannya Tak Tangkap Nelayan Yang Gunakan Cantrang

Menurutnya, ditetapkannya peraturan pemerintah dalam melarang pengmbilan ikan besar-besaran menggunakan alat cantrang dirasa terlambat, pasalnya sebelum adanya peraturan itu bahan baku tepung ikan masih melimpah, mengapa ketika bahan baku sudah berkurang, peraturan baru ditetapkan.

“Pada saat itu bahan baku masih melimpah, kapal-kapal masih boleh menggunakan alat cantrang, setelah keluar peraturan baru malah bahan baku sudah tidak ada. Itu kondisi real, hampir se-Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Komisi II Minta Pemprov Pantau Aktifitas Dana DAK DKP Lampung

Dirinya menambahkan, peraturan yang merubah cara penangkapan ikan dengan tidak mempergunakan cantrang sangat berpengaruh besar bagi kita semua dan ekosistem dalam jangka waktu yang cukup panjang.

“Kenapa berubah itu karena peraturan berubah, peraturan mengatakan bahwa kita tidak boleh lagi menggunakan alat cantrang, alat-alat yang merusak lingkungan, karena terkait dengan uu no 25 tahun2004, dikatakan harus membuat perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, itu restra, lalu kita buat visi, visinya perikanan itu berdaulat mandiri kemudian berdaya saing, continuedan sejahtera,” terangnya.

Baca Juga:  DKP Lampung Akan Tindak Tegas Nelayan Nakal

Toga mengimbau kepada para pencari ikan agar peduli dalam menjaga lingkungan laut yang indah di negeri kepulauan ini, untuk kelangsungan dan berkesinambungan hidup dimasa depan, yang akn dinikmati anak cucu kita.

“Kalau dia mau continue otomatis tidak boleh menggunakan alat itu, yang tadi, karena kalau digunakan alat yang itu, tidak bisa continue tidakreaneble dia, jadi sebentar habis, jadi saling terkait, kita melihatnya harus lebih besar karena untuk kontinuitas itu,” tandasnya.(ZN)

 

Bom Ikan Cantrang DKP Lampung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan