DLH Tuba Tegur PT MBI

MENGGALA,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang,pastikan akan melayangkan teguran keras terhadap PT.Multi Beton Indonusa (MBI).

Pasalnya PT.MBI telah melakukan pelanggaran terkait komitmen Rencana Pengelolaan Lingkungan,(RPL) dalam kegiatan Concrete Batching Plant.

Mendampingi Sekretaris DLH,Ardansyah,Kasi Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan,Ertah Mahesah menjelaskan,terkait dengan pemberitaan di media adanya Pembuangan limbah yang dialihkan ke drainase depan,dan pengelolaan lingkungan yang tidak baik oleh perusahaan.

Pihaknya bersama tim DLH hari ini secara resmi melakukan cros chek dengan mendatangi langsung lokasi perusahaan.

“Ia kami sudah turun melihat langsung lokasi perusahaan,yang terletak diTalang Tembesu kecamatan menggala selatan,awalnya kami tidak disambut baik dengan pihak perusahaan namun setelah kami jelaskan kedatangan kami baru pihak perusahaan menager Operasional Febri menemui kami,”jelas Ertah,24/08.

Dijelaskan Ertah,ada dua item terkait pengelolaan Lingkungan yang ditanyakan kepada pihak perusahaan,yakni pengelolaan limbah,serta kebersihan lingkungan perusahaan.

“Kami lihat,memang benar ada saluran air tepat berada didekat corong Batching Plant,di aliran langsung ke drainase jalan raya,saat kami tanyakan Febri selaku menager Operasional PT.MBI,mengaku jika saluran tersebut aliran Pembuangan air hujan dan air bekas cucian mobil,”paparnya.

Menurut Ertah,tidak semestinya pihak perusahaan,membuat aliran Pembuangan kesaluran drainase,karena dibelakang memang sudah tersedia bak penampungan limbah.

“Heran masa ada Bak,penampungan limbah malah buang ke saluran lain ini tidak boleh dilakukan karena langsung atau tidak langsung bisa berdampak rusaknya lingkungan,yang nantinya mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar,jika alasan  hanya karena saluran pipa aliran mampet,sangat tidak masuk akal,”tegasnya.

Oleh sebab itu,terkait dengan adanya pelanggaran tersebut pihak DLH Tulangbawang,akan melayangkan Surat teguran,agar Perusahaan mengelola lingkungan sesuai aturan yang berlaku.

“Pasti kami layangkan teguran dan peringatan secara tertulis,dan kami akan selalu melakukan pengawasan,jika tetap menyalahi aturan maka akan diberikan sanksi tegas oleh pihak berkompeten,”tandasnya.

Selain itu,lanjut Ertah,DLH juga mewajibkan Perusahaan menjaga kebersihan lingkungan sekitar area Perusahaan.

“Banyak beterbaran sampah-sampah dilokasi,bahkan sering dibakar,mestinya harus ada tong sampah,dan bisa bekerja sama dengan lingkungan sehingga sampah bisa diangkut,bukan dibakar,”tukasnya.

Sebelumnya Pembangkangan yang dilakukan PT. Multi Beton Indonusa (MBI) terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Tulangbawang,terkait Pelanggaran Perda Nomor 06 tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Jalan Daerah,membuat geram Dishub setempat.

Pemkab melalui Dinas Perhubungan,(Dishub) bertindak tegas,mencegat truck-truck besar milik PT.MBI yang melewati ruas Jalan Kota Menggala.

Kadishub Tulangbawang Fenli Yusli.PNR mengatakan,jika pihak Perusahaan terkesan menjadi Bandel dengan sama sekali tidak mengindahkan teguran tertulis yang dilayangkan oleh Dishub,untuk tidak lagi

melewati ruas Jalan kota Menggala lantaran tonase muatan kendaraan melebihi kapasitas yang telah di tentukan.

“Mereka Perusahaan Bandel,sudah ditegur tapi masih saja truck-truck besar mereka melewati ruas jalan kota,terpaksa kami bertindak,suruh putar balik,tidak boleh lewat,”terang Fenli Yusli.PNR,19/08.

Menurutnya tidak di ijinkanya truck -truck besar PT.MBI,untuk melewati ruas Jalan perkotaan disebabkan adanya aturan , Perda nomor 06 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jalan Daerah.

“Ada aturan yang mereka langgar,jadi sudah sepantasnya mereka menerima sanksi tegas,”tandasnya.

Menurut Fenli,sebelum melakukan tindakan tegas terhadap truck-truck,tersebut pihaknya telah dua kali melayangkan teguran tertulis kepada menagemen PT.MBI.

Tetapi lanjut Fenli, hingga saat ini pihak PT.MBI sama sekali tidak mengindahkan teguran tersebut,tetap saja Bandel melewati jalan perkotaan Menggala.

“Masyarakat sudah banyak yang melapor dan sekaligus meminta agar kami bertindak tegas terhadap mobil-mobil besar PT.MBI,karena warga khawatir akan menyebabkan kerusakan pada ruas jalan khususnya di perkotaan menggala,Nah selain memang.melanggar aturan,juga dikeluarkan masyarakat mangkanya kami lakukan tindakan tegas melarang truck besar PT.MBI lewat di kota menggala,”tandasnya.

Dikatakan Fenli,seluruh truck besar milik PT.MBI memiliki bobot diperkirakan mencapai 12 ton,sedangkan dalam aturan kenderaan yang diperbolehkan melewati jalan perkotaan memiliki bobot tonase 8 ton.

“Jalan kita adalah jalan kabupaten  kategori jalan kelas dua,seluruh kendaraan yang lewat tidak boleh lebih dari 8,ton,sementara kendaraan PT.MBI 12 ton,artinya jalan tidak mampu menampung bobot kendaraan,akibatnya jalan akan cepat rusak,yang rugi tentu masyarakat,Tulangbawang,”paparnya.

Oleh sebab itu pihaknya tidak hanya sebatas,melarang truck-truck besar PT.MBI,namun persoalan tersebut akan ditindak lanjuti dengan melaporkan kepada pimpinan yakni Bupati Tulangbawang.

“Kami akan melayangkan Surat kepada Bupati,untuk meminta Beliau,memberikan pertimbangan tentang pelanggaran Perda yang dilakukan oleh.PT.MBI,nanti akan kita lihat sanksi apa yang akan diberikan kepada Perusahaan,tunggu saja akan kami berikan informasi kepada kawan-kawan Media,”tukasnya.

Terpisah salah satu jajaran Direksi PT.MBI,Joko terkesan pura-pura tidak mengetahui jika pihaknya telah melakukan pelanggaran terhadap Perda Kabupaten Tulangbawang.

“Wah ga tau pak,Perda apa,yang saya tahu tadi pagi saya dapat telpon dari para sopir jika mereka distop oleh petugas Dishub saat lewat di jalur dua menggala,saat saya tiba dilokasi baru saya tahu dari petugas kalau bobot truck kami melebihi kapasitas,”ujarnya.

Joko,mengakui jika Sebelumnya Pemkab melalui Dishub telah mayangkan teguran tertulis dengan manajemen PT.MBI,sebanyak dua kali teguran,namun pihaknya belum mengindahkanya lantaran menagemen Perusahaan sedang dalam kesibukan.

“Ia benar dua kali teguran,tapi kami belum ke Dishub untuk koordinasi,soalnya ruas jalan kota menggala,satu-satunya akses jalan,jjadi jika tidak lewat di situ (kota Menggala red) kami harus lewat jalan mana,”ucapnya balik tanya.

Alasan yang dikatakan Joko,tidak ada jalur lain selain kota menggala tidak logis dan sepertinya akal-akalanya saja.

Sebab PT.MBI yang melakukan kegiatan Concrete Batching  Plant berdomisili di Kelurahan Menggala Selatan Kecamatan Menggala, berdiri tepat diruas jalan menuju area  Exit Tol Menggala.

PT.BMI tepat berada ditengah antara exit tol dengan Kota Menggala.artinya masih ada ruas jalan lain selain ruas jalan kota Menggala,mestinya Kendaraan kendaraan besar tersebut lebih tepat lewat Tol,tapi kenapa membangkang tetap melewati ruaa jalan pusat kota menggala.

Dalam Peraturan,Bagian Kedua Ruang Lalu Lintas paragraf kesatu,Kelas Jalan,Pasal 19 Ayat 1,haruf (a) dan (b),menyebutkan,jalan dikelompokkan dalam beberapa Kelas berdasarkan,(a) fungsi dan intensitas Lalu Lintas guna kepentingan pengaturan penggunaan dan kelancaran lalu lintas dan Angkutan jalan dan.(b) daya dukung untuk menerima muatan sumbu terberat dan dimensi kendaraan bermotor.

Ayat dua mengatakan,pengelompokan jalan menurut kelas jalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) terdiri atas:

a.Jalan kelas 1, yaitu jalan artikel dan kolektor yang dapat dilalui kendaraan Bermotor dengan ukuran Lebar tidak melebihi 2.500,melimeter,ukuran panjang tidak melebihi 18.000,melimeter, dan muatan sumbu terberat 10 Ton.

b.Jalan Kelas II,yaitu jalan Arteri, Kolektor, Kekal,dan Lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan Ukuran Lebar tidak melebihi 2.500,melimeter, Ukuran paling Panjang tidak melebihi 12.000,melimeter,ukuran paling tinggi 4.200,melimeter dan Muatan Sumbu Terberat 8 Ton.

(Fs-Murni.Ac)

Posting Terkait