Dosen Seoul National University Korea Isi Kuliah Umum Arsitektur Lanskap ITERA

Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Program Studi Arsitektur Lanskap Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mendatangkan dosen tamu dari Seoul National University, Korea, Prof. Sung-Kyun KIM dalam kuliah umum bertajuk Urban Regeneration with pedestrian -otiented streetscape design the case of Deoksugung -Gil in Seoul, Korea, di Aula Gedung C ITERA, Selasa (25/2).

Selain dosen, Prof. Sung-Kyun KIM, Ph.D adalah Founding President, Asian Cultural Landskape Association (ACLA).

Kuliah umum diikuti mahasiswa dan dosen program studi Arsitektur Lanskap dan Arsitektur ITERA, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bappeda Kota Bandar Lampung, Dinas Pertanian Bandar Lampung, Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Lampung Tengah, dan Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia wilayah Lampung.

Baca Juga:  Berdayakan Ekonomi Warga, Dosen ITERA Ajarkan Teknik Pembuatan Taoge

Rektor ITERA yang diwakili oleh Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA Rahayu Sulistyorini dalam sambutan menyampaikan kuliah umum dengan menghadirkan pakar dari perguruan tinggi luar negeri penting, guna menambah pengetahuan dan keilmuan dosen dan mahasiswa.

Terkait tema yang diangkat, Rahayu juga menyebut, Lampung sangat membutuhkan pengetahuan seputar tata kota, terutama yang penting dilakukan adalah meningkatkan akses transportasi umum, sehingga juga membutuhkan fasilitas pedestrian yang baik seperti yang ada di Korea.

Baca Juga:  Pembangunan Lab Teknik 2 ITERA Sesuai Ketentuan

“Dosen tamu internasional yang hadir sangat perlu dan bisa menjadi langkah strategis bagi sivitas akademika ITERA belajar lebih banyak tentang regenerasi sebuah kota,”ujar Rahayu.

Sementara dalam kuliah umum yang dimoderatori oleh dosen Arsitektur Lanskap ITERA, Anggi Mardiyanto, Prof. Sung-Kyun Kim menyampaikan pengalamannya dalam merancang sebuah jalan di Deoksugung-Gil, Seoul, Korea. Prof. Kim menyebut dalam membangun sebuah jalan, seorang arsitek perlu melakukan beberapa pendekatan, diantaranya memperhatikan bangunan-bangunan bersejarah, vegetasi tumbuhan, hingga struktur jalan yang dibangun.

Baca Juga:  ITERA Gelar Sidang Terbuka Kedua

Ia mencontohkan, seorang arsitek bisa merancang sebuah jalan, yang pengendaranya akan mengurangi kecepatan saat melintas, hingga menurunkan jumlah volume kendaraan di jalan tersebut. Untuk itu, seorang arsitek perlu melakukan pendekatan yang kompleks, seperti bagaimana mempertahankan bangunan hingga vegetasi bersejarah, hingga memilih warna yang menyatu dengan bangunan di sekitar.

“Semestinya seorang arsitek lanskap tidak hanya menguasai software tetapi juga mampu mengasah nilai-nilai yang perlu dimasukan dalam sebuah desain agar lebih bermakna dan indah, juga tetap mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki,”ujar Prof. Kim. (*)

Itera Kuliah Umum Seoul National University Korea

Posting Terkait