DPK Tuba Buru Penyetrum Ikan

Foto: Murni

MENGGALA – Tim Pengawas Dinas Perikanan Kabupaten Tulangbawang (Tuba) berhasil mengamankan satu paket alat perlengkapan  (Ilegal Fishing) berupa alat setrum berskala 5000 Voltase yang digunakan oleh pelaku Ilegal Fishing di sungai Cakat Raya pada Kamis (12/9) sekira pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Perikanan Tulangbawang Ria Kholdi mengatakan jika sebagai salah bentuk penindakan serta menanggapi dari keluhan masyarakat se Tulangbawang akan maraknya para oknum penyetrum ikan liar disungai Tulangbawang maka pihaknya sengaja langsung mengambil tindakan atau upaya cepat dengan mengerakan tim untuk patroli di sungai Tulangbawang.

Dimana menurut Ria dari upaya patroli di sungai Tulangbawang khususnya yang berada di Cakat Raya Tulangbawang pihaknya sengaja memulai kegiatan tersebut sejak pukul 00.00 Wib dini hari dengan menggunakan kapal besar patroli untuk langsung menangkap para pelaku Ilegal Fishing yang sudah merusak baik ikan ikan di Tulangbawang maupun merusak lingkungan Tulangbawang.

“Karena para pelaku Ilegal Fishing ini mereka mulai mencuri ikan dengan alat setrum itu pasti mulai sejak jam 12 malam hari sampai subuh maka dari itu kami sejak pertengahan malam sudah sengaja mengintai para pelaku dan alhamdulilah tepat jam 06 subuh kami berasil menemukan para pelaku Ilegal Fishing tersebut di sungai Cakat Raya Tulangbawang,” katanya.

Namun sangat di sayangkan Ria menerangkan saat di lakukan penangkapan sang pelaku Ilegal Fishing berhasil kabur Namun barang bukti berupa satu paket alat setrum ikan berskala besar 5000 Voltase berhasil di amankan oleh Tim Patroli Pengawas Dinas Perikanan setempat.

“Bayangkan saja begitu besar tegangan listrik yang di gunakan oleh para pelaku Ilegal Fishing ini karena dengan kekuatan 5000 Voltase ini bukan saja ikan yang mati dan punah sampai di dasar laut sekalipun akan tetapi apabila ada masyarakat yang sedang aktivitas di sungai pun akan ikut mati terkena setrum,” terangnya.

Oleh karena itu Ria menjelaskan mengingat betapa pentingnya Bidang Pengawasan terhadap sungai di Tulangbawang apalagi saat ini sudah marak akan para pelaku Ilegal Fishing maka kedepan dirinya akan mengusulkan kembali Bidang Pengawasan patroli ke Pemerintah Pusat untuk kembali segera di bentuk dan di resmikan.

Sebab Sambung Ria saat ini berdasarkan mengacu dari undang undang yang ada saat ini seluruh urusan baik pengawasan maupun patroli di seluruh sungai Tulangbawang sudah di ambil alih oleh pemerintah pusat sebagai pemegang kewenangan.

“Karena selama sudah di tarik provinsi kami tim tim yang ada jangankan ingin turun lapangan untuk patroli saja termasuk fasilitas  keamanan diri pribadi saja saat turun lapangan tidak ada sama sekali bagitu juga dengan anggaran tidak ada semua di ambil alih oleh Provinsi Lampung sehingga apabila kami ingin bergerak hanya mengunakan alat seadanya saja,” keluhnya.

Oleh sebab itu Ria menegaskan betapa bahayanya alat setrum ikan ilegal lantaran selian berdampak buruk bagi ikan ikan disungai Tulangbawang dikarenakan bisa menyebabkan kepunahan juga merusak lingkungan.

Maka Ria menghimbau kepada seluruh pelaku Ilegal Fishing bisa berhenti mencari atau mencuri ikan dengan alat setrum sebab apabila ketahuan atau ketangkap bisa terkena pasal UU NO 45 tahun 2009 tentang perubahan UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan dapat di pidanakan dengan hukuman penjara selama 5,5 tahun.

“Ditambah lagi denda sebesar Rp 2 Milyar jadi tidak main main sebab sekalipun kami tidak memiliki alat fasilitas yang lengkap kami akan tetap lakukan patroli dan apa bila ketangkap akan kami langsung proses hukum begitu juga dengan adanya alat yang kami dapat ini akan kami telusuri siapa pemilik pelaku Ilegal Fishing ini agar bisa segera di tangkap,” ancamnya.

Sementara ditempat yang sama PPNS Dinas Perikanan Rio menjelaskan sejak pukul 00.00 WIB timnya mengunakan kapal patroli menyisiri sungai Tulangbawang.

Menurutnya sekira pukul 05-30 Ia bersama tim bergerak menuju hilir sungai,tepat di daerah cakat raya timnya melihat satu perahu mencurigakan diduga sedang beraktifitas melakukan penyetruman.

“Saat itu juga perahu hendak kami pepet,namun sepertinya pelaku melihat kedatangan kami sehingga pelaku loncat naik tebing kabur kedalam hutan,saat itu semua peralatan yang ditinggalkan oleh pelaku kami sita dan bawa ke Dinas,”bebernya.(MURNI)

Dinas Perikanan Tulangbawang Setrum Ikan

Posting Terkait