DPMPP Pringsewu Diduga Sunat Uang Pembinaan Lomba Pekon

DPMPP Pesawaran Diduga Sunat Uang Pembinaan Lomba Pekon

Kepala Dinas PMPP Kabupaten Pringsewu, Malian Ayub, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018). Foto: DN/fajarsumatera.co.id

PRINGSEWU – DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Pekon (DPMPP) Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan lomba pekon, mendukung pemberdayaan masyarakat pekon melalui penguatan kelembagaan, untuk memotivasi swadaya dan gotong royong masyarakat.

Namun, penyelenggaraan lomba pekon diduga ada penyelewengan oleh oknum DPMPP. Dugaan tersebut menguat, berdasarkan keterangan Kepala Dinas setempat.

“Untuk kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbeda hari, tapi bisa juga dilaksanakan berbarengan dengan lomba pekon. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pekon penyelenggara kegiatan,” kata Malian Ayub selaku Kepala DPMPP Pringsewu, Rabu (24/1/2018).

Baca Juga:  Bersama Warga, Polsek Pringsewu Berhasil Lumpuhkan Perampok

Terkait uang pembinaan bulan bakti gotong royong, nilai bantuan yang diberikan untuk tiga pekon bervariatif. Setiap pekon diberikan bantuan stimulan sebesar Rp 10 juta, 12 juta, dan paling besar Rp 14 juta.

“Bantuan tersebut berbentuk material bukan berbentuk uang, tapi material yang dikirimkan sejumlah uang yang sudah dianggarkan dari kami, dan tidak mengurangi jumlah bantuan yang diberikan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan penyelewengan, jumlah material yang dikirimkan tidak sesuai dengan nilai anggaran.

“Semua sudah direalisasikan dan sudah berjalan, jadi tidak ada penyelewengan anggaran,” katanya.

Baca Juga:  Pringsewu Produksi Padi Sehat 180 Ton dalam Semusim

Bahkan bagi pekon yang berprestasi, lanjut Malian Ayub, akan mendapatkan uang pembinaan.

“Untuk juara satu uang pembinaan sebesar Rp 30 juta, dan untuk tahun 2018 ini, saya mengajukan sebesar Rp 50 juta untuk pemenang lomba desa tingkat kabupaten, yang nantinya untuk mewakili ke tingkat provinsi,” katanya.

Namun, ketika ditelusuri di lapangan, diketahui kegiatan bulan bakti justru berbarengan dengan kegiatan lomba pekon.

“Kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbarengan dengan lomba pekon, jadi tidak ada yang terpisah, kegiatannya dijadikan satu,” kata Rasmin, Kepala Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu.

Baca Juga:  Warga 9 Kecamatan Labrak Panwaslu

Hal senada disampaikan salah satu kepala pekon yang enggan disebutkan namanya. Dia menjelaskan bantuan material yang diterima oleh pekonnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Meskipun pada perlombaan tersebut, pekon/desanya hanya juara buncit.

“Misalkan Sriwungu juara satu, mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta, tapi uang yang didapat tidak genap Rp 60 juta,” ungkapnya.

Kegiatan lomba pekon digelar berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 dan menjadi salah satu penilaian keberhasilan pembangunan pekon.

Perlombaan dibina secara terarah terpadu dan berkelanjutan, dengan melihat indikator penilaian mulai dari pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat. (DN)

342 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

DPMPP Pesawaran Lomba Pekon

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan