DPRD Lampung Harap Pemkot Perhatikan Tanggul Disaat Hujan Deras

Warga melintasi sungai Way Belau menggunakan sepeda motor, dikampung Peninjauan, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Minggu (16/4). Sungai ini rencananya akan dijadikan tempat wisata arung jeram dalam program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 98 Tahun 2017. Foto (Tommy Saputra)

Warga melintasi sungai Way Belau menggunakan sepeda motor, dikampung Peninjauan, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Minggu (16/4). Sungai ini rencananya akan dijadikan tempat wisata arung jeram dalam program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 98 Tahun 2017. Foto (Tommy Saputra)

BANDARLAMPUNG – DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provins Lampung, Garinca Reza Pahlevi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dapat segera memperbaiki tanggul diseputaran Jalan Teuku Umar, tepatnya di kawasan RSUAM (Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek).

Menurut anggota Komisi V ini, setiap hujan deras yang melanda Kota Tapis Berseri, khususnya rumah warga yang dekat dengan komplek rumah sakit itu tergenang air yang ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa. Hal ini diperparah lagi akibat tanggul disisi rumah warga yang jebol dan belum diperbaiki oleh Pemkot.

Baca Juga:  Banjir Manjadi Momok Menakutkan Masyarakat Kota Bandarlampung

“Terketuk hati saya untuk mampir melihat dan meninjau banjir ketika melawati jalan di seputaran teuku umar. Ketika itu saya mendengar dari warga bahwa, setiap hari jumat pemkot membersihkan sampah yang ada disekitar kali. Namun disayangkan, tiga tahun terakhir ini pihak pemkot sudah tak lagibmelakukannya,” kata Garinca, Selasa (25/4).

Dirinya juga mengkawatirkan, jika tidak segera diperbaiki akan memperparah kondisi warga sekitar.

Baca Juga:  Hujan Sejam Bandarlampung Dikepung Banjir

“Pemkot dan RSUAM harus senantiasa mewaspadai persoalan sederhana ini karena apabila program bersih kali yang dulu pernah dilakukan pihak Pemkot dihentikan maka potensi banjir disaat musim hujan akan terus terjadi apalagi dengan semakin padatnya rumah penduduk,” tegasnya.

Terpisah, Lembaga Studi Advokasi Kebijakan (L-SAKA) Lampung, meminta Pemkot untuk mengkaji ulang kebijakan pembangunan. Hal ini terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah ketika hujan deras mengepung.

“Pemkot harus mengkaji ulang persoalan kebijakan pembangunan kota yang berwawasan lingkungan berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). (Hal itu), sesuai dengan permen lingkungan hidup no 11 tahun 2006 tentang jenis dan rencana pembangunan proyek yang berkaitan dengan lingkungan hidup,” kata Direktur L-SAKA Lampung, Mursyid Arifin.

Baca Juga:  Saluran Drainase Buruk, Kota Bandar Lampung Banjir

Dia mengatakan, kaji ulang kebijakan pembangunan bisa dimulai dari normalisasi sungai untuk mengoptimalkan fungsi aliran air menuju muara teluk Lampung. Kemudian, memperbaiki  sistem drainase agar terintegrasi dengan baik. Sehingga, dapat menampung dan mengalirkan air ke sungai, serta menjaga kawasan terbuka hijau sebagai daerah resapan air dari pembangunan pemukiman warga.

Mursyid menambahkan, perlu sistem perencanaan strategis transformatif dalam rangka penyusunan kebijakan di Kota Bandarlampung. Sebab, hal tersebut akan membantu proses perencanaan dan pengevaluasian kebijakan pembangunan sesuai kapasitas.

“Pemkot sebaiknya segera melakukan tindakan lanjutan mengenai hal ini. Terlebih masih banyak proyek pembangunan pada tahun selanjutnya yang akan terus menggerus lahan untuk bangunan fisik,” tandas Mursyid. (ZN)

Bandar Lampung Banjir

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan