DPRD Provinsi Undang Kapolda Lampung Hearing

Ilustrasi hearing (ist)

BANDARLAMPUNG-DPRD Lampung akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan Kapolda Lampung, terkait kematian tiga warga, termasuk satu mahasiswa dari salah satu PTS di Bandarlampung, yang tewas ditembak Tim Ditresnarkoba Polda Lampung, terkait sangkaan bandar Narkoba.

Ketua Komisi I DPRD Lampung Ririn Kuswantari mengatakan pihaknya segera melakukan rapat dengar pendapat dengan Kapolda Lampung  Inspektur Jenderal  (Pol) Sudjarno dan Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai, guna membahas kematian Ridho Aures, mahasiswa semester akhir Universitas Bandarlampung (UBL), yang ditembak anggota Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Lampung karena diduga bandar narkoba itu.

“Kami sudah menerima aspirasi dari massa aksi. Kami akan mengadakan hearing dengan jajaran Polda Lampung, guna membahas persoalan tersebut. hearing bertujuan untuk membahas dan menemukan fakta-fakta yang terjadi di lapangan, hingga berujung pada kematian Ridho beserta dua rekannya, Faisal dan Afrizal,” kata  Ririn Kuswantari, Selasa (16/5).

Baca Juga:  Posko Wartawan di Bakauheni, Kapolda Lampung: Ini Media Center Apa Ruangan OB?

Disinggung mengenai tuntutan massa aksi terhadap proses hukum anggota dan pencopotan Kapolda Lampung dan Dir Narkoba dari jabatannya saat ini, Ririn engan berkomentar lebih lanjut. Ririn menyatakan DPRD menyerahkan persoalan tersebut kepada internal kepolisian.

“DPRD hanya berkomitmen mengungkap kebenaran dibalik kasus tersebut, sekaligus menampung aspirasi masyarakat. Sekarang kami fokus pelajari dulu semua dokumen yang masuk. Mengenai waktu hearing, nanti akan dijadwalkan setelah pendalaman materi ini selesai,” katanya

Sebelumnya Pimpinan DPRD Lampung saat menerima perwakilan Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Lampung (Germalla) yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Lampung, terkait di Telukbetung Utara, Selasa (16/5).

Baca Juga:  Kapolda Lampung Pimpin Sertijab Kapolres Lampura

Wakil Ketua DPRD Lampung, Pattimura, didampingi anggota Ketua Komisi I dan anggota DPRD Lampung itu juga menerima sejumlah dokumen menyangkut penembakan tersebut. Komisi I DPRD akan menggagendakan rapat dengar pendapat dengan Kapolda dan Dir Narkoba dan Kapolda Lampung untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kami sudah terima masukan massa aksi. DPRD nantinya akan melakukan fungsi pengawasan dan menindaklanjuti persoalan ini. Ke depan ada agenda untuk RDP Komisi I bersama pihak pihak terkait, termasuk dengan Kapolda dan Dir Narkoba,” kata Pattimura.

Aksi massa menuntut pengusutan kematian Ridho Aures, mahasiswa semester akhir Universitas Bandarlampung (UBL), yang ditembak mati anggota Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Lampung karena diduga bandar narkoba.

Baca Juga:  Kapolda Lampung, Irjen Sudjarno Dimutasi

Resmen Khadafi menilai kematian Ridho Aures, terkesan janggal. Polda Lampung telah bertindak represif, sehingga berujung meninggalnya Ridho beserta dua rekannya, Faisal dan Afrizal. Massa menilai Polda Lampung terindikasi melakukan pembohongan publik dan main hakim sendiri.

Penyebabnya, karena ketiga tersangka masih dalam kondisi hidup dan terborgol ketika diamankan polisi. Ketiganya juga tidak memberikan perlawanan, sehingga seharusnya tidak ada alasan, untuk menembak mati ketiganya.

“Atas dasar itu kami menuntut agar Kapolda Lampung beserta Dir Narkoba segera mundur dari jabatannya, sekaligus mendesak agar anggota yang melakukan penembakan harus diproses secara hukum,” katanya. (HL)

Hearing Kapolda Lampung

Posting Terkait