Dua Desa keluarkan Surat kepemilikan atas Satu Lahan, akui resmi dua pemilik saling claim

Pesawaran (Fs) – Terkait adanya Tumpang tindih kepemilikan lahan seluas lima hektar, yang berlokasi di wilayah desa pampangan, kecamatan gedong tataan, kabupaten pesawaran,masih menjadi polemik, di karenakan dua pemilik yang mengaku pemilik resmi hingga kini masih berseteru,dan kesulitan dalam mediasi.

Hal ini di sampaikan, perwakilan pemilik lahan atas nama prastowo, warga gading rejo, kabupaten pringsewu, Abdul manaf, yang menjelaskan, kehadirannya di aula kantor desa pampangan, dikarenakan adanya upaya mediasi, dan mempertemukan dengan pihak yang melakukan klaim sama, atas kepemilikan lahan yang sama.

“saya sebagai perwakilan,yang ditunjuk oleh sodara prastowo, untuk mengklarifikasi adanya dua pemilik pada lahan sama, dan ingin mendengarkan versi pihak mereka,” ujarnya.

Di tambahnya, terdapat keanehan dalam proses administrasi, dalam menyatakan kepemilikan lahan, dengan bentuk surat yang sah di tanda tangani, pejabat desa kala itu,

“sebenarnya perseteruan lahan ini sudah terjadi sejak lama, dan hingga kini, tidak kunjung selesai, walaupun tertera lampiran bahwa pada satu lahan yang sama, di miliki oleh dua pemilikan lahan, melalui surat yang di keluarkan oleh dua pemerintah desa, yang bersebelahan,

“di tahun 2008 pemerintah desa pampangan menerbitkan sporadik kepemilikan atas nama prastowo,
Dan di tahun 2009 pihak sayuti,melalui desa way layap, dapat bisa menerbitkan surat kepemilikan sertifikat lahan yang sama namun beda desa,” tambah pria yang menjabat ketua Gerakan masyarakat bawah Indonesia (GMBI) untuk wilayah pesawaran.

Di sisi lain, Seksrtaris desa pampangan, imtiyas anani, dalam hal ini menjelaskan, bahwa pemerintah desa, dalam menangani permaslahan ini, hanya bertugas untuk memfasilitasi kedua pihak, untuk dapat di lakukan mediasi,” ungkapnya

di ketahui, dikarenakan ketidak hadiran beberapa pihak, pada pertemuan mediasi antara dua pemilik lahan, lima hektar, sama memiliki surat, namun di keluarkan di desa yang berbeda, kini masih belum menemukan titik terang, dan di tunda hingga jadwal pertemuan selanjutnya,”tutupnya (dponco)

Posting Terkait