Dua Pelaku Begal di Pemandangan Diancam Hukuman Seumur Hidup

Ilustrasi. (net)

BANDAR LAMPUNG – DUA pelaku pembegalan di daerah eks lokalisasi Pemandangan Panjang, Bandar Lampung (Balam), Dean Bahusin alias Aang dan Ferdiansyah alias Cacing diancam hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Balam, Senin (19/2/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Usman menyebut perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat (1), (2), ke-1 dan ke-2 KUH Pidana.

Jaksa menjelaskan, perbuatan Dean Bahusin dan Ferdiansyah bersama-sama dengan Paman serta Firman (DPO) dilakukan pada Rabu 6 Desember 2017 sekitar pukul 01.05 WIB di Jalan Teluk Tomini depan Gang l, Kelurahan Waylunik Kecamatan Panjang.

Baca Juga:  Pemudik Asal Talangpadang Dibegal di Tarahan

Kejadian berawal pada Selasa, 5 Desember 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Para terdakwa meneguk minuman beralkohol di Jalan Bahari Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang.

“Pada sekitar pukul 23.00 WIB, minuman keras tersebut habis. Selanjutnya pukul 24.00 WIB, Firman (DPO) mengajak Dean dan Paman (DPO) bergeser ke eks lokalisasi Pemandangan Panjang untuk mencari tambahan minuman,” terangnya.

Dalam perjalanan menuju eks lokalisasi itu, ketiganya bertemu dengan terdakwa Ferdiansyah yang sedang duduk bersama saudara Peot dan Eror.

“Kemudian Firman meminta agar Ferdiansyah, Peot dan Eror mengantarkan mereka lantaran saat itu mereka bertiga tidak membawa kendaraan,” terangnya.

Baca Juga:  Akibat Dendam Pasutri Nekat Bunuh Sahabat

Sesampainya di eks lokalisasi, Peot dan Eror pergi. Kemudian sekitar pukul 01.05 WIB, datanglah saksi korban yakni Heri dan Ikbal berboncengan sepeda motor.

Kemudian, lanjut jaksa, Firman menghentikan laju sepeda motor itu. Paman lalu meminta uang rokok kepada korban dan diberi Rp10 ribu dan tiga batang rokok.

“Tetapi Firman dan Paman tidak terima dengan pemberian itu. Firman langsung mendorong korban dan mengacungkan senjata tajam ke leher korban,” ungkapnya.

Lantas, saksi korban pun turun dari sepeda motornya. Kemudian Dean mengambil handphone Nokia warna merah milik korban.

Baca Juga:  DPO Pembobol Rumah Wakil Ketua PN Diganjar 3 Tahun Penjara

“Saat itu juga, Paman (DPO) mengambil sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna Biru dengan nomor polisi BE 2632 AAG milik korban dan langsung membawanya kabur,” jelasnya.

Sedangkan terdakwa Ferdiansyah hanya melihat apa yang telah dilakukan Dean.

Kemudian, mereka pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya, terdakwa Dean menerima uang sebesar Rp100 ribu dari DPO Firman atas hasil penjualan sepeda motor tersebut. Sedangkan terdakwa Ferdiansyah tidak mendapatkan apa-apa. (*/HM)

3,335 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Begal PN Tanjungkarang

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan